Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Dimulai, Akankah Lalu Lintas Kapal Kembali Lancar?
Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai Dimulai, Akankah Lalu Lintas Kapal Kembali Lancar?

Pengerukan Alur Pelabuhan Bengkulu Gunakan Eksavator Dikritik, Gubernur: Baru Pemanasan!

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu oleh PT Pelindo II menuai kritik publik. Penggunaan eksavator pada tahap awal proyek dianggap tak efektif menangani sedimentasi parah yang menyebabkan alur pelayaran menyempit drastis.

Kritikan ramai di media sosial, mempertanyakan efektivitas alat berat darat untuk mengatasi kedangkalan yang melumpuhkan arus kapal barang dan penumpang. Namun Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menanggapi santai. Ia menyebut metode ini hanya tahap “warming up”.

“Tiga unit alat berat mulai bekerja di pintu alur yang menyempit. Setelah cukup aman, baru kapal penyedot pasir masuk untuk pengerukan utama,” ujar Helmi Hasan, Senin (7/4/2025).

Helmi menegaskan, pengerjaan penuh tetap harus mengikuti aturan dengan izin resmi dari Kementerian LHK dan KSOP.

Darurat Alur Pelabuhan, Pemerintah Bertindak Cepat

Kondisi alur pelabuhan yang hanya menyisakan 12 meter dari lebar normal 50 meter membuat Pemprov Bengkulu menetapkan status darurat. Hal ini langsung direspons dengan dimulainya prosesi titik nol pengerukan pada Kamis (3/4).

Pj Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menargetkan pengerjaan awal rampung dalam satu pekan, tergantung kondisi cuaca.

“Kami optimis pengerukan berjalan lancar. Harapannya, Pelabuhan Pulau Baai bisa segera normal kembali,” ungkap Herwan, (3/4).

KSOP Terbitkan Izin Khusus, 85 Ribu Kubik Sedimen Diangkat

Langkah konkret diambil KSOP Kelas III Pulau Baai yang menerbitkan SK-KSOP.BKS 21 Tahun 2025, memberi izin resmi kepada PT Pelindo untuk pengerukan alur pelayaran. Izin ini meliputi pengerukan hingga ±85.000 meter kubik dengan kedalaman maksimal -3 meter LWS.

Kepala KSOP Pulau Baai, Muhammad Israyadi, menegaskan pengerukan dilakukan murni untuk aspek keselamatan pelayaran, dengan pengawasan ketat dari KSOP dan Distrik Navigasi Tipe A Teluk Bayur.

Alat Berat Dikerahkan, Kapal Khusus Siap Masuk

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko, menjelaskan pengerjaan awal melibatkan enam eksavator, tiga wheel loader, enam dumptruck, dan satu kapal pengeruk Nera 02.

Legislatif Minta Warga Sabar

Menanggapi pro-kontra publik, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta masyarakat memberi waktu pada pihak pelaksana.

“Kita beri kesempatan. Ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya, (4/4).

Pengerukan ini diharapkan memulihkan fungsi vital Pelabuhan Pulau Baai sebagai gerbang logistik utama Bengkulu, sekaligus memperkuat konektivitas maritim regional.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *