Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan pembenahan besar-besaran infrastruktur dan penguatan sektor pertanian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Salah satu program unggulan adalah pengembangan 80 ribu hektar lahan kopi berstandar internasional yang menarik minat investor dari Vietnam.
Musrenbang yang digelar di Gedung Serba Guna Pemprov Bengkulu, Kamis (17/4/2025), dihadiri oleh Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, perwakilan Kemendagri, Staf Menteri PPN/Bappenas, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, serta para bupati atau perwakilannya.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa fokus pembangunan ke depan adalah infrastruktur, baik darat maupun laut, termasuk revitalisasi pelabuhan yang kini fungsinya dinilai belum optimal.
“Kita ingin pembenahan infrastruktur. Termasuk pelabuhan yang dikelola PT Pelindo. Dirut Pelindo sudah merespon dan menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun untuk revitalisasi, targetnya rampung dalam 2-3 tahun,” ujar Helmi.
Tak hanya itu, Helmi mengungkapkan bahwa beberapa investor swasta telah menyatakan minat membangun pelabuhan baru di wilayah seperti Bengkulu Utara.
Untuk sektor transportasi darat, Helmi mengakui banyaknya jalan provinsi yang rusak parah akibat truk batu bara yang melebihi tonase, terutama dari Jambi. Pemerintah menargetkan perbaikan dengan anggaran sekitar Rp2,5 triliun dalam waktu tiga tahun.
Di bidang pertanian, Bengkulu sedang mengembangkan konsep konservasi hutan dengan memberdayakan masyarakat, salah satunya melalui budidaya kopi. Helmi menyebutkan bahwa lahan seluas 80 ribu hektar telah disiapkan untuk ditanami kopi berstandar internasional.
“Kita sudah datangkan satu ahli kopi dan insyaallah tahun 2026, investor dari Vietnam akan masuk Bengkulu untuk pengembangan kopi,” jelas Helmi.
Selain itu, pembangunan jalan tol juga masuk dalam prioritas Musrenbang dan mendapat dukungan dari Kemendagri, Bappenas, dan Ketua DPD RI.
“Musrenbang kali ini kita dorong agar hasilnya benar-benar konkret di tahun 2026,” pungkasnya.





