Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mempercepat rencana revitalisasi kawasan Taman Remaja dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar, menyusul sorotan terhadap kondisi akses menuju TK Dharma Wanita yang dinilai membahayakan.
Langkah penataan ini diarahkan tidak hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menjawab persoalan mendasar seperti infrastruktur jalan dan keamanan lingkungan di area tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan proyek revitalisasi ditargetkan mulai berjalan tahun ini. “Kami optimistis pembangunan fisik dapat dimulai tahun ini meski masih dalam tahap persiapan,” ujarnya, seperti dilaporkan RRI, Minggu (12/4/2026).
Menurut Tejo, konsep penataan akan mengubah Taman Remaja menjadi ruang publik modern yang ramah bagi pejalan kaki. Kendaraan bermotor nantinya tidak lagi diperbolehkan melintas di dalam kawasan guna menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari jogging track hingga area khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fasilitas ini diharapkan mampu mendorong aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Di sisi lain, keluhan terkait akses jalan menuju TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu menjadi perhatian serius. Kondisi jalan yang rusak parah disebut telah berlangsung lama dan kerap memicu kecelakaan.
Kepala TK Dharma Wanita, Yuniar Gusni, mengungkapkan lubang besar yang tertutup genangan air sering tidak terlihat oleh pengendara. “Sudah beberapa kali wali murid terjatuh saat mengantar anak karena lubang tertutup air,” kata Yuniar.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di lembaga tersebut, meski kualitas pendidikan dinilai memadai.
Selain jalan rusak, minimnya penerangan juga menjadi persoalan. Lingkungan yang gelap pada malam hari dinilai rawan dan sempat terjadi pencurian di area sekolah.
Ketua Yayasan Bunga Melur, Amelisa, mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan. “Lobangnya sudah sangat besar dan dalam. Apalagi saat hujan, akses ke sekolah makin berbahaya,” ujarnya.
Revitalisasi Taman Remaja diharapkan tidak hanya menghadirkan ruang publik yang representatif, tetapi juga memastikan akses yang aman bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia dini yang beraktivitas di kawasan tersebut.





