Kaur – Pemerintah Kabupaten Kaur kembali mengalokasikan hibah FKUB sebesar sekitar Rp400 juta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Besaran hibah FKUB tersebut sama dengan alokasi pada tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp400 juta yang juga diberikan kepada Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kaur.

Kepala Badan Kesbangpol Kaur, Usadi Dinata, menjelaskan pihaknya hanya bertugas menyalurkan dana hibah tersebut kepada organisasi penerima. Sementara pengelolaan dan pertanggungjawaban anggaran sepenuhnya berada di internal FKUB.
“Terkait dana hibah ke FKUB itu besarannya lebih kurang Rp400 juta pada 2025, dan tahun 2026 kembali kita hibahkan dengan jumlah yang sama,” kata Usadi Dinata kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, Kesbangpol tidak mengetahui secara rinci penggunaan dana hibah FKUB karena laporan pertanggungjawaban tidak disampaikan melalui instansinya.
“Kalau untuk pertanggungjawaban itu sepenuhnya di FKUB. Kami hanya merealisasikan. Kami juga tidak tahu diperuntukkan apa dana tersebut dan laporan pertanggungjawabannya tidak melalui kami,” ujarnya.
Usadi menambahkan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, pada tahun sebelumnya sebagian dana hibah FKUB digunakan untuk pembelian kendaraan operasional.
“Yang kami tahu tahun belakang mereka belikan mobil dinas. Kami juga tidak tahu berapa harganya. Yang jelas dana itu untuk kegiatan keagamaan,” jelasnya.
Sementara itu, di luar program hibah FKUB, Kesbangpol Kaur juga menganggarkan biaya makan dan minum untuk kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Anggaran makan dan minum kegiatan Paskibraka tersebut dialokasikan sekitar Rp231 juta pada tahun ini.
Menurut Usadi, anggaran itu digunakan sejak proses perekrutan anggota Paskibraka hingga mereka menyelesaikan tugas pada upacara peringatan kemerdekaan.
“Yang dimaksud anggaran makan minum tersebut diperuntukkan pada kegiatan Paskibraka dari perekrutan sampai mereka selesai bertugas,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya anggaran kegiatan serupa bahkan mencapai sekitar Rp700 juta karena juga mencakup kebutuhan makan dan minum dalam kegiatan peringatan HUT Kabupaten Kaur serta peringatan Hari Lahir Pancasila. (ADV)





