Bengkulu – Calon Wakil Wali Kota Bengkulu, Nuragiyanti D. Permatasari atau yang akrab disapa Agi, menunjukkan kepedulian terhadap isu perempuan dan anak dengan mendengar langsung aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat, Minggu malam (7/10/24).
Dalam pertemuan ini, Agi berkesempatan berdiskusi dengan sejumlah pekerja sosial, advokat pendamping korban kekerasan, pemerhati disabilitas, dan pendidik yang sehari-harinya bergelut dengan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sebagai seorang perempuan, Agi menekankan pentingnya memahami langsung kendala-kendala yang dihadapi oleh perempuan di Bengkulu.
“Di sini Agi mau mendengarkan langsung, agar bisa memahami apa yang benar-benar dibutuhkan dan bisa membangkitkan perempuan di Bengkulu,” ujar Agi dalam pertemuan tersebut.
Agi juga menegaskan bahwa perempuan harus diberdayakan secara ekonomi agar lebih mandiri dan mampu berperan aktif dalam pembangunan.
Dalam sesi diskusi, berbagai aspirasi dan keluhan disampaikan, termasuk dari Irna, seorang pemerhati disabilitas. Irna menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang ramah anak, lansia, dan disabilitas di Bengkulu.
“Saya ingin menitipkan, infrastruktur itu harus ramah anak, lansia, dan disabilitas,” ujarnya.
Irna juga menambahkan bahwa pemangku kebijakan perlu lebih memahami peraturan daerah terkait disabilitas agar pembangunan infrastruktur bisa memenuhi kebutuhan semua pihak.
Hilda, seorang pekerja sosial yang fokus pada perlindungan anak, mengungkapkan tantangan dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Daerah masih sangat terbatas.
“Setiap tahun, kasus yang bisa dibantu hanya sekitar 80, sementara total kasus mencapai 700-an,” katanya.
Hilda menekankan bahwa dukungan sosial dan lingkungan sangat penting dalam menangani masalah ini, terutama bagi anak-anak yang terpaksa mencari nafkah di jalanan karena kondisi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Agi juga menyoroti program “Kampung Juara” sebagai solusi untuk berbagai masalah sosial di Bengkulu. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran masyarakat di tingkat RT/RW dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Program ini melibatkan karang taruna, tenaga kesehatan, kader PKK, dan pekerja sosial agar kolaborasi antar lembaga semakin solid dan efektif.
Agi bersama Dedy Ermansyah, calon Wali Kota, berkomitmen untuk membawa perubahan nyata bagi perempuan dan anak di Bengkulu.
“Kita sepakat untuk berbagi tugas. Bang Dedy fokus pada pemulihan ekonomi, dan Agi akan terus memperjuangkan kepentingan perempuan dan anak,” tutup Agi.
Ia berharap program Kampung Juara dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di Bengkulu.




