“Ya, pokoknya pasangan AMIN siap menghadapi siapapun yang akan jadi pesaing dalam Pilpres yang akan datang,” kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar.
Dalam pernyataannya, Cak Imin menekankan bahwa keputusan PKB untuk mendukung pasangan AMIN merupakan hasil dari demokrasi dan proses konsolidasi internal partai. Meskipun PKB adalah salah satu partai pendukung Koalisi Perubahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, Cak Imin menegaskan bahwa mereka siap untuk menghadapi pilihan politik apa pun yang muncul dalam Pilpres.
“Ya nanti kita buktikan saja bahwa PKB solid,” tambahnya.
Dalam sebuah rapat pleno yang diadakan di Aula Yudhoyono DPP Demokrat, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/10), AHY menjelaskan, “Sebetulnya, kita sebagai pendatang paling baru di koalisi ini, saya cukup bersyukur ketika tahu Pak Prabowo ini sebenarnya cukup sering membuka ruang diskusi. Nggak setiap kali ditampilkan di media, tapi ya kita diajak bicara.”
AHY juga mengakui bahwa partai-partai yang terlebih dahulu ada di dalam Koalisi Indonesia Maju memiliki aspirasi dan hak untuk mengajukan kandidat cawapres. Contohnya, Partai Golkar yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto. “Publik, saya rasa kita semua juga mengetahui, partai-partai yang terlebih dahulu ada di Koalisi Indonesia Maju ini juga punya aspirasi. Golkar, misalnya, kita tahu aspirasinya tentu Pak Ketumnya, Pak Airlangga, bisa menjadi salah satu yang dinominasikan. Punya hak nggak? Punya hak untuk itu. Beliau menyampaikan hal itu,” tambah AHY.




