Bengkulu – Nama Helmi Hasan, Gubernur terpilih Bengkulu, mulai dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab meskipun ia belum resmi dilantik. Baru-baru ini, seorang oknum yang mengaku sebagai Staf Khusus (Stafsus) Helmi Hasan mencoba mendekati perusahaan tambang dan beberapa perusahaan lokal. Peristiwa ini mencuat pada Senin (27/1) dan langsung menarik perhatian publik.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB, saat seorang oknum yang mengaku sebagai Stafsus Gubernur terpilih Helmi Hasan mendatangi perusahaan tambang dan perusahaan lokal. Kedatangan oknum tersebut bertujuan untuk bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan dengan dalih membahas suatu hal penting.
Namun, pihak perusahaan merasa ada kejanggalan. Pasalnya, Helmi Hasan sendiri belum dilantik secara resmi sebagai Gubernur Bengkulu. Kecurigaan ini mendorong pihak perusahaan untuk segera berkoordinasi dengan kuasa hukum mereka, Anatasia Pase.
“Setelah dihubungi bagian legal dan humas perusahaan, saya langsung menghubungi Pak Helmi,” ujar Ana, Senin (27/1).
Bantahan dari Helmi Hasan
Ana, yang juga merupakan tim hukum Helmi-Mian, langsung mengonfirmasi kebenaran klaim oknum tersebut kepada Helmi Hasan. Ia menanyakan apakah benar orang yang datang itu adalah Stafsus Gubernur terpilih.
Respons Helmi Hasan tegas. Ia membantah bahwa orang tersebut adalah bagian dari timnya. “Pak Helmi malah mempertanyakan siapa orang tersebut karena beliau tidak memiliki Stafsus,” ungkap Ana.
Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi insiden ini, Ana memberikan imbauan tegas kepada masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan. Ia meminta agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kemenangan Helmi Hasan dan Mian (Helmi-Mian) untuk kepentingan pribadi atau sesaat.
“Kami akan segera menggelar konferensi pers untuk menegaskan bahwa tidak boleh ada yang menjual-jual nama Helmi-Mian demi keuntungan pribadi,” kata Ana.
Antisipasi ke Depan
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk lebih waspada terhadap oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan nama pejabat terpilih. Apalagi, dalam masa transisi pemerintahan, celah semacam ini kerap dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Helmi Hasan sendiri dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menjaga integritas dan nama baiknya. Kejadian ini menjadi momentum baginya untuk memperkuat pengawasan terhadap siapa saja yang mengatasnamakan dirinya, termasuk tim sukses dan staf.
Kasus oknum yang mengaku sebagai Stafsus Helmi Hasan ini menjadi sorotan penting bagi masyarakat Bengkulu. Kejadian ini mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya pada klaim tanpa dasar yang jelas.
Nama baik seorang pemimpin harus dijaga dengan baik, terutama di tengah dinamika politik pasca-pemilihan. Kemenangan Helmi Hasan dan Mian seharusnya menjadi momen untuk membangun Bengkulu, bukan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.





