Kaur – Obat hama Kaur sebanyak 7.500 botol dipastikan tersedia untuk membantu petani menghadapi musim tanam padi dan jagung pada Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Pertanian menyiapkan stok tersebut guna mengantisipasi serangan hama di lahan pertanian.
Ketersediaan obat hama Kaur ini telah dipastikan sejak awal Februari. Seluruh stok sudah berada di gudang dinas dan siap didistribusikan kepada petani yang membutuhkan.
Dari total 7.500 botol, sebanyak 6.000 botol merupakan insektisida dan 1.500 botol fungisida. Persediaan itu diperuntukkan bagi petani padi, jagung, maupun hortikultura yang mengalami serangan hama di lahannya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Dodi Heryono, menyampaikan bahwa petani dapat mengajukan permohonan bantuan jika lahan mereka terdampak.
“Sejak awal Februari kemarin, jenis racun hama sudah tiba di gudang dinas pertanian,” ujar Dodi, Senin (2/3/26).
Ia menjelaskan, distribusi obat hama Kaur dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Petugas penyuluh pertanian akan mendampingi petani untuk memastikan penggunaan tepat sasaran.
Menurut Dodi, penyuluh siap turun langsung ke lokasi apabila ada laporan serangan hama. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi jenis hama sebelum bantuan diberikan.
“ Obat-obatan tersebut memang tidak akan kita bagikan ke kelompok- kelompok tani dikarenakan nantinya takut disalahgunakan oleh oknum ketua kelompok tani,” ungkap Dodi.
Kebijakan tersebut diterapkan agar bantuan tidak disalurkan melalui kelompok tani, melainkan langsung kepada petani yang lahannya benar-benar terdampak. Petani diminta segera menghubungi PPL dan PPK setempat agar penanganan bisa dilakukan cepat.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap keberadaan obat hama Kaur dapat menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kaur. (ADV)





