Minim Sosialisasi, Program CKG di Bengkulu Sepi Peminat
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana, saat Sosialisasi Program CKG di Bengkulu, Selasa (26/8/25)(foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Minim Sosialisasi, Program CKG di Bengkulu Sepi Peminat

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Program cek kesehatan gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah seharusnya bisa menjadi upaya preventif dalam menekan risiko penyakit di kemudian hari. Sayangnya, pelaksanaan di lapangan belum maksimal karena antusiasme masyarakat masih rendah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana, menyebut pola pikir warga masih menjadi kendala utama. Sebagian besar baru memeriksakan diri ketika sakit, bukan untuk pencegahan.

“Beberapa orang memang mengaku belum mengetahui adanya program ini. Sebagian lainnya terkendala akses teknologi lantaran syaratnya harus mendaftar secara online di aplikasi SATU Sehat,” ujar Sri.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat di Kota Bengkulu justru menjadi yang paling rendah dibanding daerah lain di Provinsi Bengkulu. Padahal, layanan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, deteksi dini penyakit tidak menular, hingga pemeriksaan tumbuh kembang anak, dan semuanya gratis.

Hal senada diungkapkan Sutami Irawan (34), warga Pekan Sabtu Kota Bengkulu, yang baru mengetahui adanya layanan tersebut.

“Kami tidak tau kalau adanya program ini, kalau kami cek kesehatan ya langsung ke dokter kandungan. Harapan saya pihak Dinas Kesehatan atau pelayanan kesehatan harus ada sosialisasi kalau program ini ada atau masih berlanjut,” kata Sutami.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *