Spekulasi seputar siapa yang akan menjadi pasangan cawapres Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2024 masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Salah satu nama yang sering muncul adalah Gibran Rakabuming Raka, putra dari Presiden Joko Widodo yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Solo. Meskipun telah beredar rumor tentang pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) oleh Gibran di Polda Jawa Tengah, baik pihak Polda maupun Gibran sendiri telah membantah rumor tersebut.
SKCK adalah salah satu dokumen syarat yang harus dipenuhi oleh calon pasangan capres-cawapres dalam proses pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, rumor tentang pengurusan SKCK oleh Gibran menuai kebingungan di masyarakat, mengingat Gibran bukanlah seorang anggota Kepolisian.
Ketika ditanya mengenai rumor tersebut, Gibran Rakabuming Raka menanggapi isu ini dengan tegas di DPRD Solo kemarin. “Ya kan nggak harus saya. Bukan hanya saya yang muda,” kata Gibran. Penegasannya ini menunjukkan bahwa ia tidaklah satu-satunya kandidat yang memenuhi kriteria usia muda yang diinginkan oleh Partai Gerindra, partai yang merupakan basis Prabowo Subianto.
Dalam persiapan menuju pemilihan presiden 2024, proses kandidasi semakin intens, dan sejumlah calon potensial telah mengambil langkah-langkah penting dalam memenuhi persyaratan. Hari ini, dua nama yang sering muncul dalam spekulasi, yakni Erick Thohir dan Prof. Yusril Ihza Mahendra, telah mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengonfirmasi bahwa proses pengurusan SKCK untuk kedua tokoh tersebut telah selesai. “Sampai saat ini ada 7 yang sudah mengurus SKCK dan sudah diterbitkan SKCK-nya termasuk Prof. Yusril dan Pak Erik Thohir,” ujar Ramadhan dilangsir detiknews.




