Bengkulu – LKPJ 2025 Bengkulu menyoroti perkembangan kinerja makro daerah yang menunjukkan tren positif, terutama pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan sepanjang tahun anggaran berjalan.
Paparan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (2/3), saat Wakil Gubernur Bengkulu Mian mewakili gubernur menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025. Dalam forum itu, ia merinci sejumlah capaian strategis pemerintah daerah selama 2025.
Salah satu fokus dalam LKPJ 2025 Bengkulu adalah perbaikan indikator makroekonomi. Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan tren penurunan tingkat kemiskinan.
“Secara umum, pencapaian kinerja makro Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 4,80 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,62 persen. Tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu juga menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Bengkulu tercatat sebesar 12,08 persen,” ujar Mian.
Selain indikator ekonomi, laporan tersebut juga memuat pelaksanaan program sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu menjalankan Program Orang Tua Asuh yang ditujukan bagi anak yatim.
Menurut Mian, program itu tidak sebatas memberikan santunan, melainkan turut mendukung penguatan nilai keagamaan melalui berbagai aktivitas sosial dan religi.
“Program Orang Tua Asuh Pemerintah Provinsi yang menyantuni anak yatim serta mendukung program Bengkulu Religius, seperti memakmurkan masjid dan memfasilitasi seluruh kegiatan keagamaan, menjadi salah satu program unggulan,” jelasnya.
Melalui LKPJ 2025 Bengkulu, pemerintah daerah menegaskan komitmen menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.





