Dalam rangkaian Kunjungan Fadli Zon tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah, bangunan cagar budaya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (26/2).
Dalam rangkaian Kunjungan Fadli Zon tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah, bangunan cagar budaya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (26/2).(foto:andre)

Kunjungan Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Bersejarah hingga Tinjau Ikon Budaya Bengkulu

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu TengahKunjungan Fadli Zon ke Provinsi Bengkulu menjadi penanda perhatian serius pemerintah pusat terhadap pelestarian sejarah dan penguatan kebudayaan daerah, mulai dari pemugaran cagar budaya hingga peninjauan situs-situs bersejarah bernilai nasional.

Dalam rangkaian Kunjungan Fadli Zon tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah, bangunan cagar budaya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (26/2). Masjid yang berdiri sejak abad ke-19 itu dinilai merepresentasikan jejak penting penyebaran Islam sekaligus perkembangan arsitektur tradisional Bengkulu.

Masjid Padang Betuah, bangunan cagar budaya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (26/2)
Masjid Padang Betuah, bangunan cagar budaya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (26/2)(foto:andre)

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa upaya pelestarian cagar budaya tidak sekadar menjaga fisik bangunan, tetapi juga merawat makna sejarah yang menyertainya. “Cerita dan sejarah adalah bagian penting untuk refleksi, literasi, dan edukasi. Dari situlah identitas kebudayaan kita dibangun,” ujarnya.

Peresmian pemugaran ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Bupati Bengkulu Tengah Rahmat Riyanto, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar. Masjid Padang Betuah sendiri telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 420-424 Tahun 2024.

Sehari sebelumnya, Rabu (25/2/2026), Kunjungan Fadli Zon diawali dengan kedatangan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu bersama jajaran Kementerian Kebudayaan RI. Agenda dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah situs bersejarah, di antaranya Rumah Pengasingan Bung Karno, Masjid Jamik Bengkulu, serta Benteng Marlborough di kawasan Tapak Paderi.

Saat meninjau Benteng Marlborough, Fadli Zon mengungkapkan kekagumannya terhadap benteng peninggalan kolonial Inggris tersebut yang dibangun oleh East India Company pada 1714–1719 di bawah pimpinan Joseph Collett. “Saya kira masyarakat Indonesia perlu datang ke Bengkulu, terutama ke Benteng Marlborough. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa, ditambah lagi dengan Rumah Kediaman Bung Karno yang juga sangat penting dalam perjalanan bangsa,” katanya.

Benteng yang dikenal sebagai benteng Inggris terbesar kedua di Asia Tenggara itu memiliki sejarah panjang, mulai dari serangan rakyat setempat dan pasukan Prancis hingga beralih kekuasaan ke Belanda pada 1825. Sejak dipugar pada 1977, Benteng Marlborough menjadi salah satu ikon wisata sejarah unggulan Bengkulu.

Selain menyoroti potensi wisata sejarah, Fadli Zon juga mendorong generasi muda Bengkulu, khususnya Generasi Z, untuk aktif menghidupkan kawasan bersejarah melalui agenda budaya dan festival berskala nasional. “Saya yakin, dengan semakin banyak agenda budaya dan festival yang digelar secara konsisten, jumlah wisatawan yang datang ke Bengkulu juga akan meningkat. Apalagi saat ini konektivitas, termasuk jalur penerbangan dari Jakarta ke Bengkulu, semakin terbuka,” ujarnya.

Menurutnya, kebudayaan harus terus dihidupkan agar tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. “Budaya harus kita hidupkan agar menjadi kekuatan ekonomi. Dari sana bisa lahir talenta-talenta baru dari Bengkulu,” tegas Fadli Zon.

Rangkaian Kunjungan Fadli Zon di Bengkulu ditutup dengan kepulangan Menteri Kebudayaan melalui Bandara Fatmawati Soekarno pada Kamis (26/2). Ia dilepas oleh Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bentuk dukungan dan sinergi terhadap program kebudayaan pemerintah pusat di daerah.

Gambar Gravatar
Jurnalis lapangan yang fokus pada pemberitaan daerah dan peristiwa lokal, dengan komitmen menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *