Para pengendara motor Honda Scopy ini melarikan diri dengan cepat setelah terlibar dalam konflik dengan Tendra dan Biren. Meskipun tidak saling mengenal, kedua belah pihak berusaha untuk menjauh dari kerumunan dan potensi bahaya yang semakin meningkat.
Namun, dalam keadaan panik dan coba kabur, sepeda motor yang dikemudikan oleh Biren hampir menabrak salah satu dari para tersangka. Ketika itu, tersangka tersebut tiba-tiba menebas kaki kiri Tendra dengan sebilah parang, menyebabkan luka serius. Tidak berhenti di situ, tersangka lainnya menyayat punggung korban menggunakan sebilah celurit.
Meskipun mengalami serangan yang kejam, Tendra dan Biren berhasil melarikan diri dari kejaran para tersangka dan menghindari bahaya yang lebih besar. Mereka segera mencari pertolongan medis untuk Tendra, yang mengalami luka serius. Tendra Andi Wijaya dilarikan ke Rumah Sakit AR Bunda di Lubuklinggau untuk perawatan lebih lanjut.
Kasus kekerasan yang terjadi pada Sabtu, 4 November 2023, di Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dekat Lapangan Kurma depan Museum Subkos Garuda, telah menggemparkan warga setempat. Ayah dari salah satu korban, Herman (54 tahun), tidak tinggal diam dan segera melaporkan insiden tersebut ke Polres Lubuklinggau.
Berdasarkan laporan yang diterima, pada Minggu, 5 November 2023, Tim Macan Linggau yang dipimpin oleh Kasat Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Robi Sugara dan Kanit Pidum Iptu Jemmy Amin Gumayel segera merespons laporan tersebut. Mereka langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap fakta-fakta terkait insiden tersebut.





