Rejang Lebong – Ketua Organisasi Lembak Bersatu, Heri Ratu Agung, yang akrab disapa Wak Ujang, mengapresiasi penuh langkah Pemkab Rejang Lebong dalam menjalankan program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Menurutnya, program ini menjadi angin segar bagi petani dan masyarakat setempat karena meningkatkan ketahanan pangan, (9/8).

Sehari sebelumnya, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri SE, MAP, secara resmi melaunching program CSR di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Jumat (8/8/2025). Program ini menandai dimulainya pencetakan sawah baru di wilayah Rejang Lebong.
Pada tahap awal, 604 hektare lahan sudah siap digarap, sementara 470 hektare lainnya masih dalam proses. Total kuota yang dialokasikan untuk Rejang Lebong mencapai 1.074 hektare, menjadikannya kabupaten dengan alokasi terluas di Provinsi Bengkulu.
Bupati optimistis program ini akan membawa Rejang Lebong menjadi lumbung pangan provinsi.
“Mudah-mudahan kuota seluas 1.074 hektare ini bisa kita penuhi. Untuk tahap awal, kita pusatkan di Desa Tanjung Gelang. Dengan adanya sumber pencarian baru ini, tentu ekonomi masyarakat akan meningkat,” ujar Bupati.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, S.P., M.Si., menyebutkan bahwa dari total 2.200 hektare pencetakan sawah baru di Bengkulu, 60 persennya berada di Rejang Lebong.
Menurutnya, penambahan lahan sawah baru sangat penting mengingat semakin sempitnya lahan akibat alih fungsi.
“Dengan adanya tambahan ini, luas tanam dan produksi padi di Rejang Lebong akan meningkat,” tegas Rosmala.
Pemerintah daerah berharap Rejang Lebong dapat menjadi salah satu kabupaten tercepat dalam merealisasikan program CSR, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Kota Padang, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan.





