Pemerintah Kota Bengkulu juga akan melakukan sosialisasi yang intensif terkait perundungan di lingkungan sekolah, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa, orangtua, dan pendidik tentang dampak negatif dari perundungan dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif.
Pentingnya sosialisasi dalam mencegah perundungan adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang permasalahan ini dan mendorong kolaborasi di semua tingkatan. Sosialisasi juga memainkan peran penting dalam mengedukasi para orangtua, guru, dan siswa tentang dampak perundungan dan bagaimana mencegahnya.
Dalam konteks ini, pendekatan komunitas sangat diutamakan. Melalui sosialisasi, masyarakat secara kolektif bisa menjadi bagian dari solusi dalam memerangi perundungan. Masyarakat yang teredukasi memiliki peran kunci dalam mendukung anak-anak dan remaja yang menjadi korban perundungan.
Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bahwa tugas pengawasan dan pemantauan bukan hanya tugas pemerintah semata. Di tingkat masyarakat, keterlibatan aktif dalam melaporkan kasus-kasus perundungan sangat diperlukan. Ini dilakukan agar tidak terjadi trauma yang berlebihan pada anak-anak yang menjadi korban perundungan.
Masyarakat dihimbau untuk melaporkan kasus-kasus perundungan kepada pihak sekolah atau pihak berwenang yang bertanggung jawab. Langkah ini akan membantu korban perundungan untuk mendapatkan dukungan dan perlindungan yang mereka butuhkan. Selain itu, melaporkan kasus perundungan juga merupakan langkah pertama dalam mengakhiri perilaku perundungan dan memastikan pelaku menerima tindakan yang pantas.





