Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Bengkulu, Mukhtarimin, turut mendukung implementasi Program P5 di sekolah-sekolah. Menurutnya, pelaksanaan P5 menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah kasus perundungan di lingkungan sekolah. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, siswa diharapkan akan tumbuh dengan sikap hormat dan toleransi terhadap perbedaan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, di mana siswa-siswi merasa dihormati dan diterima. Melalui P5, kita memberikan landasan yang kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan penuh dengan kebersamaan,” ungkap Mukhtarimin dilangsir antaranews.
“Untuk menumbuhkan rasa terhadap anak terkait menghargai, sehingga nantinya ketika anak tumbuh dewasa dan memahami bahwa terjadinya perbedaan harus dipahami karena menjadi kekayaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan pada anak-anak sejak dini, membantu mereka memahami pentingnya menghargai perbedaan dalam budaya, agama, suku, dan latar belakang lainnya. Ini merupakan langkah yang krusial untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari perundungan, dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu tidak tinggal diam dalam menghadapi isu perundungan di sekolah. Mereka berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perundungan di wilayah tersebut. Tindakan ini akan memberikan rasa aman bagi siswa dan mengurangi insiden perundungan.





