10. Fluorspar
Fluorspar, yang juga dikenal sebagai fluorida kalsium, adalah mineral yang mengandung kalsium dan fluorin dengan rumus kimia CaF2. Mineral ini termasuk dalam kelompok mineral halida. Berikut adalah beberapa informasi lebih lanjut tentang fluorspar:
- Kegunaan: Fluorspar digunakan dalam berbagai industri, termasuk metalurgi, kimia, kaca, dan keramik. Ini adalah bahan baku penting untuk produksi asam fluorida, aluminium fluoride, dan berbagai senyawa fluorin lainnya. Fluorspar juga digunakan dalam pembuatan baja, pengeboran minyak dan gas, produksi semen, dan sebagai agen pengkilap pada logam.
- Kemunculan dan Penyebaran: Fluorspar dapat ditemukan di berbagai lokasi di seluruh dunia. Kawasan dengan deposit fluorspar yang signifikan meliputi Cina, Meksiko, Mongolia, Afrika Selatan, Thailand, Kazakhstan, dan Rusia, antara lain.
- Tipe-Tipe: Fluorspar dapat hadir dalam beberapa tipe, termasuk fluorspar asal, fluorspar asam, dan fluorspar sub-asam, tergantung pada kadar kalsium dan fluorin di dalamnya. Fluorspar asal memiliki kadar kalsium dan fluorin yang tinggi dan digunakan dalam produksi asam fluorida. Fluorspar asam memiliki kadar kalsium yang rendah dan digunakan dalam produksi aluminium fluoride.
- Proses Penambangan: Fluorspar diperoleh melalui penambangan dari deposit alam. Proses penambangan dapat meliputi ekstraksi, penghancuran, dan pemrosesan mineral untuk mendapatkan produk fluorspar yang diinginkan.
- Karakteristik: Fluorspar dapat memiliki warna yang bervariasi, termasuk kuning, hijau, biru, ungu, atau bening. Kristalnya dapat berbentuk kubus, oktahedral, atau lainnya tergantung pada kondisi pembentukannya.
Penting untuk diingat bahwa pengolahan fluorspar harus dilakukan dengan hati-hati karena fluorin adalah zat yang sangat beracun. Tindakan keamanan dan prosedur pengolahan yang tepat harus selalu diikuti selama penanganan fluorspar.
Itulah salah 10 penjelasan dari 47 mineral kritis yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Berikut mineral kritis yang lainnya:
11. Fosfor
12. Galena
13. Galium
14. Germanium
15. Grafit
16. Hafnium
17. Indium
18. Kalium
19. Kalsium
20. Kobal
21. Kromium
22. Litium
23. Logam Tanah Jarang
24. Magnesium
25. Mangan
26. Merkuri
27. Molibdenum
28. Nikel
29. Niobium
30. Palladium
31. Platinum
32. Ruthenium
33. Selenium
34. Seng
35. Silika
36. Sulfur
37. Skandium
38. Stronsium
39. Tantalum
40. Telurium
41. Tembaga
42. Timah
43. Titanium
44. Torium
45. Wolfram
46. Vanadium
47. Zirkonium
Itulah 47 mineral kritis yang mempunyai kegunaan penting untuk perekonomian nasional dan pertahanan keamanan negara yang memiliki potensi gangguan pasokan dan tidak memiliki pengganti yang layak.





