KEK Industropolis Batang Diresmikan, Benarkah Bisa Jadi Shenzhen-nya Indonesia?
KEK Industropolis Batang Diresmikan, Benarkah Bisa Jadi Shenzhen-nya Indonesia? / foto screenshot youtube

KEK Industropolis Batang Diresmikan, Benarkah Bisa Jadi Shenzhen-nya Indonesia?

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Batang – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) kini resmi berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (20/3). Perubahan status ini diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi besar di Batang sekaligus memperkuat hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia.

Prabowo menyampaikan bahwa peresmian KEK Batang merupakan langkah besar dalam pembangunan bangsa melalui industrialisasi. “Hari ini saya dapat kehormatan besar untuk meresmikan kawasan ini sebagai salah satu upaya besar bagi kita melaksanakan pembangunan bangsa melalui hilirisasi dan industrialisasi,” ucap Prabowo dalam peresmian yang disiarkan secara virtual.

KEK Batang Menuju Kota Industri Kelas Dunia

Prabowo mengungkapkan optimismenya bahwa KEK Batang dapat berkembang menjadi kota industri yang maju seperti Shenzhen di China. “Hari ini Indonesia memiliki kawasan yang kita harapkan menjadi Shenzen-nya Indonesia, Insyaallah,” tambahnya.

Dalam acara peresmian ini, KEK Industropolis Batang juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) untuk mengimplementasikan program Two Countries Twin Park (TCTP). Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama KITB, Ngurah Wirawan, dan Vice President CSCEC, Li Yong Ming, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong.

Potensi Investasi dan Peluang Kerja

Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kerja sama dengan CSCEC meliputi perencanaan, pengembangan, dan pemasaran kawasan, serta percepatan akuisisi tenant strategis dalam rantai pasok industri global.

“Kerja sama ini diproyeksikan untuk mengembangkan lahan tahap pertama seluas 500 hektare. Investasi yang dapat masuk dari program ini diperkirakan mencapai Rp 60 triliun dan membuka lebih dari 10.000 peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia,” jelas Airlangga.

Ia menambahkan bahwa TCTP akan diterapkan di tiga lokasi: Batang, Wijayakusuma di Kota Semarang, dan Bintan Utara. Pengembangan ini diharapkan bisa meniru kesuksesan kawasan industri Shenzhen di China.

“Potensinya bisa sampai Rp 60 triliun, hanya di Batang saja,” ungkapnya.

Dengan adanya kerja sama strategis ini, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat menjadi pusat industri unggulan yang mampu menarik investasi besar dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *