Bengkulu Tengah – Kasus diabetes melitus di Kabupaten Bengkulu Tengah terus meningkat, terutama di Puskesmas Perawatan Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa. Kepala Puskesmas, NS Radiansyah, mengungkapkan bahwa jumlah penderita diabetes di wilayahnya mencapai 129 orang pada tahun 2024 hingga awal 2025.
“Kasus diabetes melitus di Puskesmas kami merupakan yang tertinggi yang tercatat hingga saat ini. Penyebab utama dari penyakit ini adalah pola hidup yang tidak sehat dan faktor keturunan,” ujar NS Radiansyah, Senin (24/2/2025).
Upaya Pencegahan dan Edukasi Masyarakat
Untuk menekan angka penderita diabetes, pihak Puskesmas Sidodadi mulai menggalakkan penyuluhan mengenai pola makan sehat dan membatasi konsumsi gula berlebih.
“Kami aktif melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pola makan yang sehat serta menjaga kadar gula darah tetap stabil,” jelasnya.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin dengan baik atau tidak dapat merespons insulin secara optimal. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik.
Mengenal Diabetes dan Faktor Risikonya
Diabetes terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Diabetes Tipe 1: Terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang memproduksi insulin.
- Diabetes Tipe 2: Terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal (resistensi insulin).
- Diabetes Gestasional: Diabetes yang terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormon.
- Prediabetes: Kondisi kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai tahap diabetes tipe 2.
Faktor risiko diabetes meliputi:
✅ Usia di atas 45 tahun
✅ Riwayat keluarga penderita diabetes
✅ Jarang berolahraga dan kurang aktivitas fisik
✅ Obesitas atau berat badan berlebih
✅ Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi
Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Diabetes sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal. Namun, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
🔹 Sering haus dan lapar
🔹 Sering buang air kecil, terutama di malam hari
🔹 Penurunan berat badan yang drastis
🔹 Mata kabur atau pandangan berbayang
🔹 Luka yang sulit sembuh
🔹 Kesemutan atau rasa nyeri di kaki dan tangan
Jika mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan kadar gula darah di fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes
Pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
✅ Mengonsumsi makanan bergizi (rendah gula dan tinggi serat)
✅ Berolahraga secara rutin (setidaknya 150 menit per minggu)
✅ Menjaga berat badan ideal
✅ Menghindari rokok dan alkohol
✅ Memeriksa kadar gula darah secara berkala
Selain itu, bagi penderita diabetes, kontrol medis rutin dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Edukasi Masyarakat Jadi Kunci
Puskesmas Sidodadi berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat guna mencegah peningkatan kasus diabetes. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap pola makan dan gaya hidup sehat demi menjaga kesehatan jangka panjang.
“Kami berharap dengan adanya penyuluhan rutin, masyarakat lebih sadar pentingnya pencegahan diabetes. Jangan menunggu hingga terlambat, lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkas NS Radiansyah.





