Kabut Asap Buat Bukit Sulap Menghilang
Kabut Asap Buat Bukit Sulap Menghilang

Kabut Asap Buat Bukit Sulap Menghilang

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Lubuk Linggau, Alaku News – Kota Lubuklinggau, yang terletak di provinsi Sumatera Selatan, semakin hari semakin dihantui oleh kabut asap yang terus menyelimuti kota ini. Pada hari Rabu, 18 Oktober 2023, situasi kabut asap mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Bahkan Bukit Sulap, yang biasanya menjadi landmark dan dapat dengan jelas terlihat dari berbagai sudut kota, hari ini tampak hanya terlihat sebagai siluet yang samar-samar.

Bukit Sulap, yang biasanya menjulang gagah dan menawarkan panorama alam yang indah, kini terlihat dalam warna abu-abu yang suram, hampir tak terlihat. Hal ini mencerminkan betapa tebalnya lapisan asap yang menyelimuti wilayah ini. Bukit Sulap adalah salah satu destinasi wisata alam yang populer di Lubuklinggau, tetapi saat ini, pengunjung dan penduduk setempat sulit untuk menikmati keindahan alamnya.

Selain Bukit Sulap, langit di Lubuklinggau juga terlihat mendung dan abu-abu akibat kabut asap yang semakin tebal. Ini menyebabkan penurunan kualitas udara dan berdampak negatif terhadap kesehatan warga kota. Kabut asap yang semakin pekat juga mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk berpergian.

Selain itu, suhu udara di Lubuklinggau juga semakin meningkat seiring dengan semakin tebalnya kabut asap. Menurut pencatatan suhu, suhu udara mencapai 36 derajat Celsius pada hari Rabu ini, sementara suhu yang dirasakan oleh warga mencapai 39 derajat Celsius. Kombinasi antara suhu panas dan kabut asap yang mengganggu membuat kondisi ini semakin tidak nyaman bagi penduduk Lubuklinggau.

Meskipun Kabut asap semakin tebal menyelimuti kota Lubuklinggau, kualitas udara saat ini masih tergolong dalam kategori “sedang” menurut laporan IQAir.com, dengan indeks kualitas udara (AQI) sebesar 86.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *