Jakarta – Cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan faktor penguat hujan dipengaruhi oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan suhu muka laut yang lebih hangat dari normal. “Kondisi ini meningkatkan potensi curah hujan tinggi di beberapa wilayah, terutama Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BMKG, Sabtu (6/9/25).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sejak awal 2025 hingga Agustus lalu sudah lebih dari 1.500 bencana hidrometeorologi terjadi, dan banjir mendominasi dengan lebih dari 800 kejadian. “Ini peringatan serius, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran persnya di bnpb.go.id.
Selain itu, Kementerian PUPR mengingatkan pentingnya menjaga saluran air. Dirjen Sumber Daya Air PUPR, Jarot Widyoko, menegaskan normalisasi sungai tidak akan efektif jika perilaku masyarakat masih abai. “Jangan buang sampah ke sungai, karena itu memperparah banjir,” jelasnya seperti dikutip dari Kompas.com.
Pakar hidrologi Universitas Indonesia, Firdaus Ali, menilai mitigasi harus dilakukan bersama-sama. “Perubahan iklim membuat pola hujan sulit diprediksi. Masyarakat perlu siaga dengan menyiapkan jalur evakuasi dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BNPB,” katanya kepada Detik.com.
BMKG dan BNPB mendorong masyarakat di wilayah rawan untuk menyiapkan tas siaga bencana, mengamankan dokumen penting, dan selalu memantau perkembangan cuaca.





