Bengkulu – Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu menggelar Tennis Coaching Clinic bersama pelatih nasional, Wibowo Hadisubroto, pada Kamis (4/9/25). Kegiatan ini melibatkan siswa dan orang tua, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Direktur Operasional Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, Korneles Kaloma Kuway, menjelaskan bahwa olahraga tenis sejalan dengan filosofi pendidikan HighScope yang menekankan active learning dan kemandirian.
“Sejak pagi, kami sudah melaksanakan pelatihan bersama siswa dan juga orang tua. Olahraga tenis ini bukan sekadar melatih fisik, tetapi juga mengajarkan anak mengambil keputusan, mengatur strategi, dan bekerja sama dengan teman. Semua ini membentuk karakter, tanggung jawab, serta sportivitas,” kata Korneles.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. “Dengan melibatkan orang tua, kedekatan emosional antara anak dan keluarga semakin terbangun. Sekaligus mempererat ikatan antara sekolah, siswa, dan parents. Bermain tenis juga melatih fokus, konsentrasi, serta mental kompetitif sejak dini,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu sekaligus Direktur Yodan Land Group, Yosia Yoda. Ia menilai pelatihan ini memberi manfaat besar bagi pembinaan olahraga, khususnya tenis, di daerah.
“Sejak kecil, anak-anak harus dilatih memiliki jiwa kompetisi. Hidup pada dasarnya adalah perjuangan, dan olahraga memberi contoh konkret bagaimana berjuang serta bertahan menghadapi tantangan. Melalui coaching clinic bersama Coach Wibowo, siswa mendapat bekal berharga bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga kehidupan sehari-hari,” ujar Yoda.
Ia optimistis Bengkulu mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. “Dengan dukungan sekolah, orang tua, dan masyarakat, saya yakin Bengkulu bisa melahirkan atlet nasional yang mengharumkan nama daerah hingga kancah internasional,” tegasnya.
Kegiatan Tennis Coaching Clinic ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem olahraga tenis di Bengkulu, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan daya juang pada generasi muda.





