Kasus Keracunan MBG di Lebong, Gubernur Helmi Hasan Minta Penyelidikan Tuntas dan Jaminan Layanan Medis Maksimal
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat menyampaikan rasa duka dan empati atas musibah yang menimpa ratusan pelajar di Lebong, Rabu malam (27/8/25)(foto; Ardiyanto/repoeblik.com)

Helmi Hasan Pastikan BBM Tak Naik, Tegaskan Isu Jual Beli Jabatan Hoaks

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluGubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026, sekaligus memastikan isu dugaan jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah tidak benar.

Penegasan itu disampaikan Helmi saat rapat koordinasi bersama wali kota dan bupati se-Provinsi Bengkulu yang digelar secara virtual, Rabu (1/4).

“Sudah kami konfirmasi kepada Pertamina bahwa tidak ada kenaikan harga BBM. Yang diterapkan adalah pembatasan,” ujar Helmi.

Ia menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah terhadap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar harus segera diverifikasi dengan memanggil pihak terkait dan melakukan penelusuran secara menyeluruh.

“Ketika isu ini beredar, kita sebagai pejabat publik tidak boleh tinggal diam. Harus respons cepat, panggil pihak terkait, telusuri, dan selidiki,” tegasnya.

Selain isu BBM, Helmi juga menyoroti kabar di media sosial terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia memastikan tidak ada praktik tersebut di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Saya tegaskan, tidak ada jual beli jabatan, baik sebelumnya, saat ini, maupun ke depan. Jika ada yang meminta atau menawarkan, segera laporkan,” katanya.

Helmi menambahkan, persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama para kepala sekolah dan pihak terkait guna memastikan tata kelola pendidikan tetap bersih dan transparan.

Di sisi lain, ia juga mendorong pola kerja yang lebih efisien di tengah kebijakan penghematan anggaran, salah satunya dengan memperbanyak pelaksanaan rapat secara daring.

Menurutnya, metode tersebut tetap efektif sekaligus mampu menekan biaya operasional pemerintahan tanpa mengurangi kualitas koordinasi.

“Kita akan lebih sering rapat secara virtual karena lebih efisien, tapi tetap efektif,” ujar Helmi.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *