Harga Sembako Masih Terkendali, Isu Bubarkan DPR Makin Mencuat
Zamratul Aini (50) pedagang cabai di Pasar Panorama Kota Bengkulu saat diwawancarai, Minggu sore (24 /8/25) (foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Harga Sembako Masih Terkendali, Isu Bubarkan DPR Makin Mencuat

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Menjelang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin (25/8/25), gaung seruan “Bubarkan DPR” makin santer terdengar di jagat maya. Gelombang kritik itu mencuat setelah muncul isu kenaikan gaji anggota dewan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Di sisi lain, kondisi pasar tradisional menunjukkan situasi berbeda. Kebutuhan pokok, terutama cabai, masih berada pada harga normal. Pantauan di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, harga cabai merah berkisar Rp30 ribu–Rp35 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp35 ribu, sedangkan cabai rawit merah atau yang populer disebut cabai setan Rp40 ribu–Rp45 ribu per kilogram.

“Belum ada kenaikan yang signifikan, masih relatif stabilnya, mengingat 3 jenis cabai ini dikarenakan pasokannya yang masih cukup untuk memenuhi permintaan pasar,” jelas Zamratul Aini, pedagang cabai yang sudah puluhan tahun berjualan.

Meski demikian, ia mengingatkan harga cabai cenderung berfluktuasi. “Kalau saya cabai merah jualnya 30 ribu rupiah per kilogram, ada juga pedagang lain yang jual 35, kalau cabai rawit hijau 35 ribu rupiah per kilogram, kalau cabai setan 45 ribu rupiah saya jual,” tuturnya.

Ketika disinggung mengenai isu pembubaran DPR, pedagang berusia 50 tahun itu mengaku tidak begitu memahami detailnya. Namun ia menyampaikan keberatan atas kabar kenaikan gaji dewan.

“Tidak begitu tahu berita nya seperti apa, tapi soal kenaikan gaji DPR terus terang saya tidak setuju. Dan kami minta para wakil rakyat itu harus memperhatikan rakyat kecil seperti kami. Jangan sampai nanti harga bahan pokok naik kebutuhan meningkat,” harap Zamratul.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *