Aceh – Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem mengungkapkan alasannya hendak menghapus QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi. Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu menilai sistem barcode justru menyulitkan masyarakat dan petugas SPBU.
Mualem menuturkan pengalaman pribadinya saat kehabisan BBM non-subsidi dan tidak bisa mengisi Pertalite karena tidak memiliki QR Code.
“Mobil saya menggunakan Pertamax dan kehabisan BBM. Saat saya ke SPBU, BBM jenis Pertamax kosong, Pertamax Turbo tidak tersedia. Saya minta diisikan Pertalite secukupnya agar bisa pulang ke rumah, tetapi petugas SPBU menolak karena saya tidak memiliki barcode. Aturannya terlalu kaku,” kata Mualem dikutip dari detikSumut.
Dampak Sistem QR Code pada Masyarakat
Mualem juga menyampaikan bahwa operator SPBU tidak bisa berbuat banyak lantaran sistem barcode merupakan kebijakan pusat. Ia menilai sistem ini membuat petugas SPBU bekerja layaknya robot tanpa mempertimbangkan empati dan keadaan darurat.
Ia mencontohkan kejadian lain, di mana dua warga terpaksa mendorong mobil pikap ke SPBU karena kehabisan BBM. Namun, karena tidak memiliki barcode, petugas SPBU menolak mengisi BBM, meskipun jumlahnya hanya Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.
“Sistem ini membuat petugas bertindak seolah robot, tidak ada rasa kasihan atau simpati terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mualem.
Solusi: Penghapusan QR Code di SPBU Aceh
Sebagai solusi, Mualem menegaskan bahwa penghapusan barcode adalah langkah terbaik untuk menghilangkan konflik di SPBU dan mempermudah akses BBM bagi masyarakat.
“PR hari ini adalah semua SPBU di Aceh tidak ada lagi istilah barcode. Siapa saja yang isi minyak, isi terus,” kata Mualem saat dilantik menjadi Gubernur Aceh pada Rabu (12/2/2025). Pernyataannya disambut tepuk tangan dari para undangan.
Menurutnya, kebijakan barcode yang selama ini berlaku untuk BBM jenis solar dan Pertalite tidak memiliki manfaat signifikan.
“Saya pikir-pikir, saya lihat di lapangan, program barcode ini tidak ada makna sama sekali. Oleh karena itu, saya ambil keputusan untuk menghapus semua barcode yang ada di SPBU Aceh,” tegasnya.
Langkah ini diambil Mualem sebagai bentuk komitmennya untuk mempermudah akses BBM bagi masyarakat dan mencegah aturan yang dinilai menyulitkan warga.




