Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, telah memberikan update terbaru terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatera Selatan. Menurutnya, meskipun rinciannya belum resmi dirilis, luas lahan yang terbakar saat ini mencapai total 32 ribu hektare.
Ferdian menjelaskan bahwa daerah yang paling terdampak adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Meskipun angka ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan data sebelumnya yang mencatatkan hanya 4.082 hektare lahan yang terbakar dari Januari hingga Agustus tahun ini, Ferdian mengingatkan bahwa angka tersebut belum resmi dirilis.
“Kalau rinciannya belum resmi release. Baru total 32.000 Hektare tadi,” katanya saat dihubungi detikSumbagsel, Senin (9/10/2023).
Ferdian juga mengungkapkan perbandingan dengan periode yang sama di tahun 2019, di mana luasan lahan terbakar mencapai 52.000 hektare. Meskipun saat ini angka tersebut masih lebih rendah, perhatian utama sekarang adalah pada dampak yang ditimbulkan oleh karhutla dan bahaya yang tengah terjadi.
Meskipun data terbaru menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar saat ini mencapai 32.000 hektare, Ferdian menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai 52.000 hektare, masih terdapat perbedaan signifikan.





