Jakarta – Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh program unggulan Kementerian Transmigrasi yang mulai dijalankan pada 2025. Program ini berfokus pada pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Tim yang beranggotakan mahasiswa muda akan melakukan penelitian langsung di daerah transmigrasi untuk mengkaji sumber daya alam sekaligus mengidentifikasi komoditas unggulan.
Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi. Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar memeratakan penduduk, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi di kawasan transmigrasi.
“Kami, Bengkulu, berperan penting dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi berbasis ekonomi baru yang terpadu, berlandaskan sumber daya manusia unggul. Pendekatan ini menekankan kolaborasi dunia usaha dan pemerintah dalam membangun korporasi transmigran yang dikelola secara profesional,” kata Mian di Jakarta, Minggu (24/8/25).
Ia menambahkan, ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan kesempatan mengenal potensi Indonesia, khususnya Bengkulu, secara langsung, memahami tantangan di lapangan, sekaligus merumuskan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat transmigrasi.
“Keberhasilan program ini akan memperkuat jejaring kerja dan membangun jaringan nasional yang bermanfaat jangka panjang. Ini saatnya kita memberi kontribusi nyata untuk rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi ekonomi bangsa. Ia menyebut program transmigrasi dirancang untuk mengatasi kepadatan penduduk di pulau-pulau tertentu dengan memindahkan warga ke wilayah yang masih berpotensi berkembang.
“Tim Ekspedisi Patriot harus menyatu dengan masyarakat agar kajian potensi wilayah dan keunggulan ekonomi tepat sasaran. Tim ini adalah jembatan antara dunia kampus dan kebijakan. Ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di menara gading, tapi harus turun ke tanah, menyatu dengan rakyat,” pungkas Iftitah.





