Bengkulu – Pembina LPK TAKEKKA Dr Sahudin, Ak, M.Si, CA, CGAA, menyebut minat pemuda untuk bekerja ke Jepang terus meningkat, dengan puluhan peserta telah menandatangani kontrak kerja dan ratusan lainnya masih menjalani pelatihan.
Dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026), Sahudin mengungkapkan sejauh ini sedikitnya 96 peserta telah resmi meneken kontrak kerja dengan mitra di Jepang. Sementara itu, sekitar 150 siswa masih mengikuti proses pembelajaran di lembaga tersebut.
“Alhamdulillah perkembangannya lumayan pesat. Sekarang sekitar 96 orang sudah tanda tangan kontrak, dan kurang lebih 150 siswa masih belajar,” ujar Sahudin.
Ia menambahkan, permintaan tenaga kerja dari Jepang justru lebih tinggi dibandingkan jumlah lulusan yang tersedia. Bahkan, menurutnya, sejumlah perusahaan telah memesan calon tenaga kerja sejak masih dalam tahap pelatihan.
“Penyaluran tidak ada kendala, malah kurang. Baru belajar saja sudah dipesan untuk bulan berikutnya,” katanya.
Saat ini, LPK TAKEKKA masih memfokuskan penempatan tenaga kerja ke Jepang, meski mulai menjajaki peluang ke Jerman. Adapun sektor yang paling banyak diminati adalah konstruksi untuk laki-laki serta kaigo atau perawat lansia bagi perempuan.
“Yang paling dominan itu konstruksi dan kaigo, karena kebutuhan di Jepang memang tinggi,” ujarnya.
Sahudin menegaskan, kunci utama bagi calon peserta adalah keseriusan dalam mengikuti pelatihan, terutama penguasaan bahasa Jepang. Ia menyebut syarat pendidikan minimal saat keberangkatan adalah lulus Paket C.
“Kalau syaratnya sebenarnya cukup serius saja. Disiplin belajar bahasa Jepang. Nanti saat berangkat minimal sudah lulus Paket C,” jelasnya.
LPK TAKEKKA juga menawarkan berbagai skema pembiayaan, mulai dari biaya mandiri hingga talangan. Bahkan, tersedia program “kelas amal” bagi pelajar dan mahasiswa dengan biaya hanya Rp100 ribu per bulan.
“Untuk anak SMA dan mahasiswa ada kelas amal. Bayarnya ringan, sisanya bisa dibayar setelah bekerja di Jepang,” kata Sahudin.
Ia menjelaskan, untuk program intensif, peserta dapat berangkat dalam waktu sekitar 6 hingga 8 bulan setelah melalui tahapan pelatihan, sertifikasi, hingga penerbitan dokumen keberangkatan.
Sementara itu, jumlah peserta yang telah diberangkatkan hingga saat ini berkisar 30 orang, dengan puncak keberangkatan diperkirakan terjadi pada Mei hingga Juli 2026.
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan langsung melalui LPK TAKEKKA yang beralamat di Jalan Kini Balu 4 Nomor 11 RT 08 RW 03, Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
“Ke depan kita harap semakin banyak pemuda yang siap. Ini peluang besar, asalkan serius dan tidak mundur di tengah jalan,” tutupnya.





