Bengkulu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu mengadakan Rapat Paripurna Istimewa pada Jumat siang (15/8) untuk mengikuti siaran langsung Pidato Presiden terkait penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 beserta Nota Keuangan.
Rapat yang digelar di Ruang Ratu Agung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu, Herimanto, yang didampingi oleh Wakil Ketua I, Rahmat Widodo, dan Wakil Ketua II, Riduan. Selain itu, rapat juga dihadiri oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Walikota Ronny PL Tobing, unsur Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, Camat, Lurah, dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan inflasi sebesar 2,5% dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026. Target ini masih sama dengan target dalam APBN 2025, meski lebih rendah dari estimasi inflasi tahun ini yang diperkirakan berkisar antara 2,2% hingga 2,6%.
“Inflasi ditargetkan terkendali di level 2,5% (RAPBN 2026),” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas tentang kesepakatan inflasi tiga tahun ke depan yang disepakati oleh High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP), dengan target inflasi untuk tahun 2025, 2026, dan 2027 masing-masing sebesar 2,5±1%. Sasaran ini akan ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya juga menyatakan bahwa sasaran inflasi ini bertujuan untuk menjaga ekspektasi inflasi, mendukung daya saing perekonomian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Setelah rapat, Walikota Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa Pemkot Bengkulu telah melakukan langkah-langkah yang terukur sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemkot Bengkulu memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), memantau harga-harga harian di pasar, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar.
Walikota juga menambahkan bahwa program-program pengendalian inflasi seperti pasar murah, operasi pasar, serta pengawasan lapangan terus dilakukan, dan pemerintah daerah juga menggalakkan gerakan menanam di pekarangan rumah. Komitmen tersebut terbukti dengan terjadinya deflasi di Kota Bengkulu dalam beberapa bulan terakhir.





