Bengkulu – Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekonomi lokal melalui program pelatihan bertajuk “Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi dan Branding UMKM”. Kegiatan ini dirancang untuk membekali pelaku usaha di Kota Bengkulu agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, menegaskan bahwa penguasaan media sosial kini menjadi kebutuhan mendasar bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.
“Kami ingin UMKM Kota Bengkulu naik kelas. Bukan hanya soal kualitas produk, tapi bagaimana mereka mampu membangun citra (branding) dan memasarkannya secara luas melalui platform digital,” ujar Nelawati, Rabu (25/2/2026).
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026. Mengingat kuota peserta terbatas, pendaftaran ditutup hari ini dan tidak dipungut biaya. Syaratnya cukup melampirkan fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KTP berdomisili Kota Bengkulu.
Melalui program ini, para pelaku UMKM diharapkan tak hanya piawai memproduksi barang, tetapi juga mampu menjadi kreator konten bagi usahanya sendiri sehingga jangkauan pasar bisa meluas hingga tingkat nasional.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Wali Kota Dedy Wahyudi, Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, serta Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah.
Potensi UMKM Kota Bengkulu
Di sisi lain, Kota Bengkulu memiliki potensi besar di sektor UMKM. Beragam komoditas unggulan seperti kopi, gula aren, madu Trigona, hingga kuliner khas seperti pendap dan lemang tapai menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Produk kerajinan seperti batik Besurek dan anyaman tradisional juga memiliki nilai jual tinggi, terutama jika dipadukan dengan desain modern dan strategi pemasaran digital. Digitalisasi dinilai menjadi kunci agar produk lokal mampu menembus pasar lebih luas.
Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan UMKM melalui akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemudahan legalitas usaha, serta pelatihan pemasaran digital.
Dengan dukungan pelatihan ini, Diskop dan UKM berharap pelaku usaha di Kota Bengkulu semakin siap menghadapi persaingan, memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi utama, serta menjadikan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah.





