Pentingnya menjaga keberlangsungan demokrasi yang bersih dan berintegritas juga diungkapkan oleh KH Ii Abdul Basith ketika ia mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda oleh politik uang. Dia meminta agar masyarakat tidak memilih peserta Pemilu yang terlibat dalam praktek politik uang. “Kepada seluruh masyarakat, kita harus menolak politik uang. Terdapat keluhan dari salah satu calon bahwa kita tidak ingin memberi, dan justru tuntutan masyarakat ingin diberikan. Ini adalah perilaku yang sangat rendah. Saya takut jika calon tersebut seperti ‘iblis,’ yang memberikan satu miliar pada setiap orang. Tinggalkanlah pragmatisme,” ungkapnya.
KH Ii Abdul Basith juga mengingatkan masyarakat tentang tanggung jawab mereka dalam memilih pemimpin. “Jelas kita punya tanggung jawab untuk membuat [nama kota/daerah] dan Indonesia menjadi lebih baik. Gunakan hak kita dalam menentukan kepemimpinan sesuai dengan nurani kita, dan jangan Golput,” katanya.
Pesan yang disampaikan oleh KH Ii Abdul Basith ini adalah panggilan untuk menjaga demokrasi yang bersih, memilih pemimpin berdasarkan kualifikasi dan program, dan menolak praktik-praktik yang dapat mengancam integritas Pemilu. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang sehat, diharapkan Pemilu 2024 akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan bermartabat.
Kegiatan deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan di Kabupaten Tasikmalaya telah mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Djuanda. Dalam sambutannya, Dodi Djuanda menyambut baik kegiatan ini, dan ia mengungkapkan keyakinannya bahwa deklarasi Pemilu Damai akan membantu menyosialisasikan pentingnya menjaga ketenangan dan kedamaian dalam proses Pemilu.
“Kami sambut baik kegiatan ini. Apalagi para Kiai sepuh yang memberikan kenyamanan dan kedamaian bagi kita. Maka, kami optimis bahwa pemilu kita akan berjalan aman dan tertib,” kata Dodi Djuanda.




