Dedy Wahyudi Siapkan Kurban untuk Almarhumah Ibu, Jelang Keberangkatan Haji
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyiapkan hewan kurban atas nama almarhumah ibundanya, Zaharia Binti Kasim, di Kelurahan Berkas, Senin (13/4/2026)(dok:pemkotbkl)

Dedy Wahyudi Siapkan Kurban untuk Almarhumah Ibu, Jelang Keberangkatan Haji

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyiapkan hewan kurban atas nama almarhumah ibundanya, Zaharia Binti Kasim, di Kelurahan Berkas, Senin (13/4/2026), menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji tahun ini.

Pemilihan lokasi kurban di kawasan tempat ia dibesarkan menjadi sorotan, karena dinilai sarat makna personal dan bentuk penghormatan terhadap sosok ibu yang membesarkannya.

“Ini adalah bentuk bakti saya yang takkan pernah putus,” ujar Dedy dengan nada haru.

Menurutnya, kurban tersebut bukan sekadar ibadah rutin, melainkan wujud rasa syukur atas didikan sang ibu yang membentuk perjalanan hidupnya hingga menjadi pemimpin saat ini.

Ia sengaja memilih Kelurahan Berkas sebagai lokasi penyaluran kurban karena memiliki kedekatan emosional. Kawasan tersebut menjadi saksi masa kecilnya, termasuk doa-doa yang dipanjatkan ibunya untuk masa depan dirinya.

Kurban itu nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar, termasuk tetangga dan kerabat lama, sebagai bagian dari upaya berbagi sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan tempat ia tumbuh.

Momentum kurban ini juga beriringan dengan persiapan Dedy Wahyudi menunaikan ibadah haji bersama sang istri.

Sebelumnya, Dedy menggelar Walimatul Safar di kediamannya pada Sabtu (11/4/2026) sebagai bentuk syukuran jelang keberangkatan ke Tanah Suci yang dijadwalkan pada 26 April 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan keberangkatannya bukan karena faktor jabatan, melainkan hasil penantian panjang sejak mendaftar pada 2011.

“Ada yang bertanya, pak wali berangkat karena wali kota? Saya jawab bukan. Kami sudah daftar sejak tahun 2011,” katanya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang turut hadir dalam acara tersebut menilai momentum keberangkatan haji sebagai panggilan ibadah yang tidak semata ditentukan oleh kemampuan materi.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Dedy Wahyudi menandai momen spiritualnya melalui dua hal sekaligus, yakni berkurban untuk ibunda dan bersiap menunaikan ibadah haji.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *