Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengaku tetap menyempatkan diri hadir di sejumlah rumah duka setiap malam, meski harus mendatangi hingga tiga lokasi takziah dalam satu waktu.
Hal itu disampaikan Dedy saat menghadiri takziah malam ketiga almarhum Basuki Sigit Priyono di Gang Merpati 12, RT 5 RW 2, Kelurahan Rawa Makmur, Kamis (2/4/2026) malam.
Ia tidak menampik kondisi fisik yang lelah akibat rutinitas tersebut. Namun, pertemuannya dengan warga justru menjadi penyemangat tersendiri.
“Saya itu setiap malam biasa hadir di acara takziah sampai tiga titik. Banyak yang tanya apakah tidak capek, jujur memang capek. Bohong kalau saya bilang tidak capek,” ujar Dedy.
Meski demikian, ia merasakan energi baru setiap kali bertemu masyarakat yang sedang berduka.
“Tapi demi Allah, begitu saya berjumpa dengan masyarakat, seperti saya mendapatkan energi baru dan hilang rasa capek itu,” lanjutnya.
Menurut Dedy, kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen pemerintah untuk selalu ada di tengah masyarakat, baik dalam kondisi bahagia maupun duka.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran tersebut bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Pihak keluarga pasti akan selalu ingat siapa saja yang hadir saat mereka berduka. Kita datang selain menghibur juga mendoakan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dedy juga menjelaskan program pelayanan administrasi bagi keluarga yang ditinggalkan, yang kini dikembangkan menjadi layanan “4 in 1”.
Melalui program tersebut, pemerintah langsung menyerahkan sejumlah dokumen penting seperti akta kematian, perubahan KTP, kartu keluarga, hingga dokumen TasPen.
“Sebelumnya namanya program 3 in 1, sekarang 4 in 1. Semua dokumen kita bantu urus dan serahkan langsung,” jelasnya.
Di sisi lain, Dedy turut menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Basuki Sigit Priyono, yang dikenal sebagai dosen Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang hangat dan penuh keteladanan.
“Beliau orang baik, tidak pernah marah, selalu senyum, sangat kebapakan. Sampai saya tamat kuliah, bekerja di RBTV, hingga dipercaya jadi wali kota, beliau tetap menganggap kami seperti anak,” tutur Dedy.
Menurutnya, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan akademik dan masyarakat luas.





