Dedy Wahyudi Resmikan Taman Tabot, Kawasan Benteng Marlborough Disulap Jadi Distrik Heritage
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meresmikan Taman Tabot di kawasan sekitar Benteng Marlborough, Senin malam (6/4/2026)(dok:pemkotbkl)

Dedy Wahyudi Resmikan Taman Tabot, Kawasan Benteng Marlborough Disulap Jadi Distrik Heritage

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meresmikan Taman Tabot di kawasan sekitar Benteng Marlborough, Senin malam (6/4/2026), menandai dimulainya penataan besar-besaran kawasan bersejarah itu menjadi distrik heritage terintegrasi. Peresmian tersebut sekaligus mengubah wajah kawasan yang sebelumnya cenderung gelap dan kurang terawat menjadi ruang publik baru yang terang, estetik, dan sarat nilai budaya.

Perubahan paling mencolok terlihat dari suasana malam di sekitar benteng. Jika sebelumnya kawasan itu hanya mengandalkan penerangan standar dan kerap terasa sepi, kini Taman Tabot dipenuhi gemerlap lampu hias yang membalut area taman dan menarik perhatian warga.

Taman Tabot sempat dinilai nyaris kumuh dalam beberapa waktu terakhir. Meski menyandang status sebagai salah satu titik ikonik di Kota Bengkulu, kawasan itu disebut belum mampu menjadi ruang publik yang hidup dan menarik, terutama saat malam hari.

Dedy Wahyudi menegaskan, revitalisasi Taman Tabot bukan sekadar penataan fisik, melainkan bagian dari upaya pemerintah kota menghidupkan kembali identitas sejarah Bengkulu. Menurut dia, kawasan Benteng Marlborough akan terus dikembangkan agar memiliki daya tarik budaya, wisata, sekaligus ekonomi.

“Ke depan, kawasan Benteng Marlborough ini akan terus kita hidupkan,” kata Dedy Wahyudi saat peresmian.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dedy Wahyudi. Suasana yang semula khidmat kemudian berubah meriah saat alat musik Dol dipukul bersama jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dan Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Provinsi Bengkulu.

Tak hanya itu, malam peresmian juga diwarnai penampilan tari khas Bengkulu yang memukau para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Rangkaian atraksi budaya itu mempertegas posisi Taman Tabot sebagai ruang yang tidak hanya ditata secara visual, tetapi juga dihidupkan lewat identitas lokal.

Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan visi jangka panjang untuk kawasan tersebut. Dedy membayangkan koridor sejarah yang terhubung mulai dari Taman Tabot, melewati Pasar Barukoto, hingga menjangkau kawasan Kampung Cina sebagai satu jalur heritage yang saling terintegrasi.

Di sisi lain, rencana pemindahan pusat perkantoran wali kota ke kawasan sekitar benteng juga menjadi sinyal kuat arah kebijakan tersebut. Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi untuk menjadikan kawasan bersejarah sebagai pusat wisata, budaya, dan aktivitas ekonomi modern tanpa menghilangkan jejak masa lalu.

Kini, Taman Tabot tak lagi hanya dipandang sebagai titik swafoto baru di Kota Bengkulu. Di balik cahaya yang menyala setiap malam, pemerintah berharap ruang itu menjadi simbol optimisme baru yang mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus menjaga identitas budaya Bengkulu tetap hidup.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *