Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, serta dihadiri Pj Sekda Medy Pebriansyah, saat halalbihalal sekaligus apel perdana usai cuti bersama Idulfitri 1447 H di Pendopo Merah Putih, Rabu (1/4)(dok: Pemkotbkl)
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, serta dihadiri Pj Sekda Medy Pebriansyah, saat halalbihalal sekaligus apel perdana usai cuti bersama Idulfitri 1447 H di Pendopo Merah Putih, Rabu (1/4)(dok: Pemkotbkl)

Dedy Wahyudi Minta Kadis Bengkulu Stop Mengeluh, Inovasi Jadi Kunci Pelayanan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memberi penekanan tegas kepada seluruh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu agar mengedepankan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan pemerintahan. Ia menilai, tantangan birokrasi harus dijawab dengan terobosan, bukan sekadar keluhan.

Pernyataan itu disampaikan Dedy, Senin (6/4/2026), sebagai pesan langsung kepada jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemkot. Menurut dia, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu melahirkan solusi baru demi mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Dedy mengaku bangga apabila para kepala dinas mampu menunjukkan gagasan segar di instansi masing-masing. Ia menegaskan, ukuran kepemimpinan seorang pejabat bukan hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata yang berdampak bagi warga.

“Ya, saya senang kalau Kadis di kota ini berpikir inovasi, punya kreativitas. Bukan dengan mengeluh, tapi dengan kreativitas,” ujar Dedy.

Menurut dia, birokrasi yang sehat tidak boleh terjebak dalam pola kerja monoton. Sebaliknya, setiap kepala OPD dituntut mampu membaca persoalan, memanfaatkan potensi yang ada, lalu mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pesan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Dedy ingin ritme kerja pemerintahan bergerak lebih progresif. Ia tidak ingin alasan keterbatasan anggaran, sumber daya, atau hambatan teknis justru dijadikan dalih untuk lambannya pelayanan dan pembangunan.

Di sisi lain, kreativitas yang dimaksud bukan semata membuat program baru, tetapi juga menyangkut efisiensi kerja dan kecakapan mengelola sumber daya yang tersedia. Dengan pendekatan itu, OPD diharapkan tetap bisa bekerja optimal meski berada di tengah berbagai keterbatasan.

Dedy menilai, pelayanan publik yang efektif lahir dari aparatur yang mampu berpikir cepat dan adaptif. Karena itu, kepala dinas diminta tidak hanya menunggu instruksi, melainkan aktif menciptakan langkah-langkah solutif sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dorongan terhadap inovasi ini juga diarahkan untuk mempercepat laju pembangunan Kota Bengkulu. Pemerintah kota berharap setiap OPD bisa menjadi motor perubahan, sehingga program daerah berjalan lebih akseleratif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan penekanan tersebut, Dedy menegaskan bahwa kreativitas kini bukan lagi pilihan, melainkan tuntutan dalam birokrasi modern. Kepala dinas yang mampu berinovasi dinilai akan menjadi ujung tombak keberhasilan pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan warga Kota Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *