Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyiapkan langkah konkret mempercepat regenerasi pendakwah dengan membentuk Ikatan Dai Muda, menyasar kalangan remaja hingga usia maksimal 40 tahun sebagai motor baru syiar Islam di daerah itu.
Gagasan tersebut disampaikan Dedy saat Safari Subuh Minang di Masjid Al Falah, Kelurahan Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Minggu (12/4/2026), di hadapan jamaah yang hadir.
Ia menilai keberlanjutan dakwah tidak bisa hanya bertumpu pada kalangan senior. Menurutnya, perlu ruang yang secara khusus mendorong munculnya dai-dai muda dari lingkungan pelajar hingga mahasiswa.
“Saya ingin di kota ini tumbuh ustaz-ustaz dari kalangan remaja. Insyaallah, akan segera berdiri Ikatan Dai Muda sebagai wadah regenerasi,” ujar Dedy.
Program tersebut, kata dia, akan difasilitasi langsung oleh Pemerintah Kota Bengkulu sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda di bidang keagamaan, termasuk mereka yang aktif di Remaja Islam Masjid (Risma).
Dedy menegaskan, Ikatan Dai Muda akan memiliki batas usia anggota maksimal 40 tahun. Ia menyebut angka tersebut bukan tanpa alasan, melainkan merujuk pada usia kematangan Rasulullah SAW saat menerima wahyu.
“Kenapa 40 tahun? Karena itu usia kematangan Rasulullah saat diangkat menjadi Rasul. Jadi, yang sudah senior seperti Ustaz Julisman yang usianya 55 tahun tentu tidak masuk kategori ini lagi. Kita fokus pada yang muda,” ujarnya, disambut tawa jamaah.
Untuk mempercepat pembentukan organisasi tersebut, Dedy menunjuk Adinda Afan sebagai koordinator yang bertugas menghimpun para pendakwah muda lintas tingkatan.
Ia pun memasang target cukup ambisius pada tahap awal pembentukan, yakni menghadirkan sedikitnya 100 dai muda dalam deklarasi resmi nanti.
“Saya minta nanti deklarasinya minimal ada 100 dai dari semua tingkatan. Namanya sengaja Ikatan Dai Muda, bukan ustaz, agar lebih merangkul semua kalangan muda,” kata Dedy.
Menurutnya, kehadiran wadah ini diharapkan mampu menghadirkan wajah dakwah yang lebih segar, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memastikan estafet syiar Islam terus berlanjut di Kota Bengkulu.





