dialog spesial Momentum 1 Tahun Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi–Ronny Tobing yang digelar di kantor Tribun Bengkulu, Jumat (20/2/2026).
dialog spesial Momentum 1 Tahun Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi–Ronny Tobing yang digelar di kantor Tribun Bengkulu, Jumat (20/2/2026).(foto:ist)

Dedy Wahyudi Cerita Julukan “Dedy Takziah” dari Warga Bengkulu

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengungkap cerita di balik julukan “Dedy Takziah” yang melekat padanya, sebuah sebutan yang muncul karena kedekatannya dengan warga saat melayat maupun menghadiri prosesi pernikahan melalui program pelayanan langsung pemerintah kota.

Cerita itu disampaikan Dedy saat berbincang dalam Podcast Nusaraya Kompas.com pada Minggu (30/3/2026). Ia mengaku sempat dibuat tertawa ketika mendengar kisah dua orang nenek saat Pilkada yang menyebut akan memilih “Dedy Takziah” di bilik suara.

“Ada cerita lucu waktu Pilkada kemarin. Dua orang nenek di bilik suara ditanya petugas mau pilih siapa, mereka jawab mantap: ‘Pilih Dedy Takziah’,” kata Dedy sambil tertawa dalam perbincangan yang dikutip dari Kompas.com.

Julukan itu, menurut Dedy, lahir dari program layanan “4 in 1” yang dijalankan Pemerintah Kota Bengkulu. Melalui program tersebut, saat ada warga meninggal dunia, tim pemkot langsung mengurus dan mengantar dokumen administrasi kependudukan ke rumah duka, mulai dari akta kematian, kartu keluarga baru, hingga KTP dengan status terbaru.

Dedy mengatakan dirinya kerap datang langsung pada malam ketiga takziah untuk menyerahkan dokumen tersebut kepada keluarga. Ia menilai kehadiran pemerintah di tengah suasana duka menjadi bentuk pelayanan yang paling dirasakan warga.

“Bahagia itu adalah capaian tertinggi. Saya ingin warga merasa komplet karena pemerintahnya ada saat mereka susah,” ujar Dedy.

Tak hanya hadir dalam suasana duka, Dedy juga dikenal dekat dengan warga pada momen pernikahan. Pemerintah Kota Bengkulu disebut menyediakan layanan pembaruan dokumen kependudukan secara langsung bagi pasangan yang baru menikah, sehingga KTP dan KK baru dapat diterima di tempat setelah akad.

Layanan itu juga mencakup pembaruan dokumen orang tua kedua mempelai. Popularitas Dedy sebagai saksi nikah pun disebut terus meningkat, bahkan jadwal kehadirannya disebut telah penuh hingga Agustus 2026, ditambah fasilitas mobil pengantin gratis dari pemerintah kota.

Di sisi lain, Dedy menegaskan pembangunan fisik tetap menjadi fokus pemerintahannya. Melalui program Seribu Jalan Mulus, ia mengklaim sekitar 90 persen jalan di Kota Bengkulu telah diperbaiki.

“Tahun ini PR saya tinggal jalan perumahan. Anggaran 150 miliar sudah siap kita kucurkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedy juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan wisata heritage yang menghubungkan Benteng Marlborough, Kota Tua, hingga Kampung China. Kehadiran Belungguk Point, menurutnya, juga disiapkan sebagai ruang baru bagi kreativitas anak muda dan pelaku UMKM di Bengkulu.

Selain itu, sejumlah program pelayanan dasar juga menjadi bagian dari kebijakan yang ia dorong, mulai dari layanan bayi lahir langsung mendapat akta yang diantar ke rumah melalui program Baladewa, larangan pungutan uang komite untuk jenjang SMP, hingga program BPJS gratis bagi warga kota.

Bagi Dedy, jabatan wali kota bukan hanya soal mengelola anggaran dan pembangunan, tetapi juga memastikan warga merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan itulah yang kemudian membuat julukan “Dedy Takziah” justru menjadi simbol kedekatannya dengan masyarakat.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *