Wamen Pariwisata RI Kunjungi Danau Dendam Tak Sudah, Bahas Potensi Wisata Kota Bengkulu
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi Mendampingi Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, beserta rombongannya, melakukan kunjungan ke lokasi wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Minggu pagi (6/7/2025) (Foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Danau Dendam Tak Sudah Diprioritaskan Kemenpar, Siap Jadi Ikon Wisata Baru

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Danau Dendam Tak Sudah dipastikan masuk dalam daftar prioritas pembangunan Kementerian Pariwisata RI dan ditargetkan mulai ditata pada tahun ini. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon alam Kota Bengkulu tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi unggulan dengan konsep modern tanpa meninggalkan prinsip kelestarian lingkungan.

Danau Dendam Tak Sudah yang berada di Kecamatan Singaran Pati memiliki luas sekitar 68 hektare dan dikenal sebagai salah satu danau air tawar terbesar di kawasan perkotaan Bengkulu. Selain menjadi ruang terbuka hijau alami, kawasan ini berfungsi sebagai daerah resapan air serta habitat beragam flora dan fauna.

Penataan Danau Dendam Tak Sudah merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Setelah proses pembangunan selesai, pengelolaan kawasan akan diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin menyampaikan optimisme terhadap realisasi proyek tersebut.

“Insyaallah realisasinya mulai pada tahun ini. Jika sudah diserahkan ke kami, akan kita kelola semaksimal mungkin agar benar-benar menjadi destinasi unggulan,” tegas Nina, Sabtu (28/2/26).

Pengembangan Danau Dendam Tak Sudah tidak hanya difokuskan pada penataan lanskap dan infrastruktur penunjang wisata, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang bagi pelaku UMKM serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Selain nilai wisatanya, Danau Dendam Tak Sudah juga menyimpan aspek sejarah dan budaya yang kuat. Dikutip dari rri.co.id, penamaan danau tersebut berkaitan dengan legenda lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Bengkulu.

Dari sisi ekologis, danau ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk membantu mengendalikan iklim mikro dan mengurangi potensi banjir di wilayah sekitarnya. Keberadaan vegetasi tropis dan ekosistem air tawar menjadikan kawasan ini strategis untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis konservasi.

Sebelumnya, pada 6 Juli 2025, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa sempat mengunjungi Danau Dendam Tak Sudah bersama Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Dalam kunjungan tersebut, Wamen menyampaikan kekaguman terhadap panorama danau yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi nasional.

“Danau ini luar biasa indahnya, seperti kaca pantulannya, dan memiliki hikayat yang menarik. Cerita tentang sepasang kekasih yang terpisah oleh keluarga mereka, dan akhirnya menceburkan diri ke danau ini. Ini menjadi simbol dendam yang tak pernah selesai,” ungkap Ni Luh Puspa.

Dengan masuknya Danau Dendam Tak Sudah dalam radar prioritas pemerintah pusat, kawasan ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi magnet wisata baru yang tidak hanya mengedepankan keindahan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan serta penguatan ekonomi masyarakat Kota Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *