Bengkulu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipicu hujan sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang, menyusul prakiraan cuaca dari BMKG untuk 2-4 April 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengatakan peringatan dini ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan warga diminta tetap tenang dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, termasuk gempa bumi maupun banjir.
Menurut Khristian, berdasarkan informasi BMKG, wilayah Bengkulu saat ini berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi itu dinilai berisiko memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di sejumlah daerah.
BPBD pun meminta masyarakat menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana saat cuaca buruk berlangsung. Lokasi yang dimaksud antara lain bantaran sungai, lereng perbukitan, serta wilayah pesisir yang berpotensi terdampak langsung jika hujan lebat dan angin kencang terjadi.
“Masyarakat menghindari aktivitas di daerah rawan bencana, seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah pesisir saat cuaca buruk berlangsung. Memastikan kondisi lingkungan aman, termasuk membersihkan saluran drainase dan memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang,” kata Khristian.
Ia menambahkan, warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon, tiang listrik, maupun papan reklame ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko korban akibat pohon tumbang atau benda roboh saat cuaca ekstrem.
Di sisi lain, BPBD Bengkulu juga menyinggung perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami, menyusul peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Maluku. Khristian meminta masyarakat tetap tenang, mengamankan dokumen penting dan barang berharga, serta menyiapkan tas siaga bencana di rumah.
“Gempa bumi sampai saat ini belum ada alat yang mampu memprediksi kapan terjadi, dan yang harus dilakukan tetap waspada dan tidak panik dalam menghadapi bencana, dan tetap koordinasi dan melaporkan kejadian darurat kepada aparat setempat atau BPBD terdekat,” ujarnya.
Berdasarkan peringatan dini BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, status waspada hujan sedang hingga lebat pada 2 April 2026 meliputi Mukomuko, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Sementara pada 3 April 2026, wilayah yang berpotensi terdampak yakni Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Untuk 4 April 2026, status waspada kembali mencakup Mukomuko, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. BMKG mencatat tidak ada wilayah dengan status siaga maupun awas, dan peringatan dini khusus angin kencang dalam periode tersebut tercatat nihil.
Meski begitu, BPBD menegaskan masyarakat tetap harus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat atau BPBD terdekat jika menemukan kondisi darurat di lingkungan masing-masing.





