Bengkulu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu masih terus mendata jumlah warga terdampak banjir yang melanda hampir seluruh wilayah kota hingga Selasa (7/4/2026). Data sementara menunjukkan Kecamatan Ratu Agung menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling besar, sementara penyaluran bantuan darurat terus dilakukan ke lokasi terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan proses pendataan sudah berjalan sejak hari pertama banjir terjadi. Hingga kini, tim di lapangan masih merekap jumlah korban terdampak untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai kondisi terbaru.
“Sejak Senin hingga hari ini kami masih terus melakukan pendataan dan merekap jumlah korban terdampak banjir di Kota Bengkulu,” kata Deni.
Menurut dia, banjir yang mulai terjadi sejak Minggu (5/4/2026) telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kota Bengkulu. Dari total sembilan kecamatan, sebagian besar wilayah dilaporkan terdampak dengan jumlah korban yang berbeda-beda di tiap kelurahan.
Berdasarkan data sementara BPBD per 7 April 2026 pukul 08.00 WIB, Kecamatan Ratu Agung mencatat angka terdampak cukup tinggi. Di Kelurahan Tanah Patah terdapat 238 KK terdampak, Tebeng 745 KK, dan Sawah Lebar Baru 80 KK.
Di Kecamatan Sungai Serut, dampak banjir juga cukup luas. Kelurahan Tanjung Agung tercatat 281 KK atau 895 jiwa terdampak, Sukamerindu 147 KK, Surabaya 125 KK, Pasar Bengkulu 19 KK atau 75 jiwa, Semarang 49 KK, serta Kampung Kelawi 5 KK atau 20 jiwa.
Sementara itu, di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan Rawa Makmur mencatat 41 KK terdampak, Rawa Makmur Permai 185 KK, dan Pematang Gubernur 173 KK. Adapun di Kecamatan Ratu Samban, jumlah warga terdampak tersebar di Anggut Atas 29 KK, Belakang Pondok 95 KK, Penurunan 84 KK, Anggut Bawah 3 KK, serta Kebun Dahri 44 KK.
BPBD juga mencatat dampak banjir di Kecamatan Singaran Pati. Rinciannya, Kelurahan Jembatan Kecil sebanyak 68 rumah terdampak, Lingkar Timur 6 KK, Timur Indah 30 KK, dan Panorama 54 KK.
Di kecamatan lainnya, Kecamatan Selebar mencatat Kelurahan Pagar Dewa terdampak 57 KK. Kecamatan Kampung Melayu di Kelurahan Muara Dua terdapat 50 warga dewasa dan 5 balita terdampak, sedangkan Kecamatan Gading Cempaka melaporkan Kelurahan Lingkar Barat sebanyak 60 rumah terdampak serta Jalan Gedang 20 KK.
Sejak awal kejadian, BPBD Kota Bengkulu juga langsung menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti mi instan, beras, dan air mineral.
Deni menegaskan, penanganan banjir dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah instansi. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Baznas, dan Dinas Kesehatan untuk membagi wilayah distribusi serta menyesuaikan jenis bantuan yang dibutuhkan warga.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Baznas, dan Dinas Kesehatan. Kami berkolaborasi dan berbagi lokasi dalam penyaluran bantuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan menyalurkan obat-obatan, Baznas membantu dengan distribusi beras, sedangkan Dinas Sosial menyiapkan perlengkapan seperti kasur, selimut, hingga kebutuhan bayi. BPBD memastikan data korban masih akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan lebih merata.





