Bengkulu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu pada Jumat (3/4/2026) sore.
Dalam rilis resmi BMKG pukul 13.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi mulai pukul 15.30 WIB dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Wilayah yang diprediksi terdampak awal meliputi Kabupaten Bengkulu Utara seperti Kerkap dan Hulu Palik, Kabupaten Seluma di antaranya Lubuk Sandi dan Seluma Utara, Kabupaten Lebong (Lebong Selatan), serta Kabupaten Bengkulu Tengah seperti Taba Penanjung dan Merigi Kelindang.
BMKG juga memperingatkan potensi perluasan cuaca ekstrem ke sejumlah daerah lain di Bengkulu.
Di antaranya Kabupaten Bengkulu Selatan seperti Kedurang dan Air Nipis, serta wilayah luas di Kabupaten Rejang Lebong termasuk Curup, Sindang Kelingi, hingga Bermani Ulu Raya.
Selain itu, hujan lebat juga berpotensi meluas ke Kabupaten Kaur, Mukomuko, Kepahiang, hingga Kota Bengkulu, khususnya kawasan Selebar.
BMKG menyebut kondisi cuaca ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.31 WIB.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, hujan lebat disertai angin kencang berisiko memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.
“Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada dan menghindari aktivitas di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan pesisir,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga memastikan lingkungan sekitar aman, termasuk membersihkan saluran air serta memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau papan reklame saat hujan deras disertai angin kencang.
Khristian menambahkan, dalam kondisi darurat seperti gempa bumi, warga diminta tetap tenang, mengamankan dokumen penting, serta menyiapkan tas siaga bencana.
“Gempa bumi tidak bisa diprediksi, yang penting tetap waspada dan segera melapor ke aparat atau BPBD jika terjadi kondisi darurat,” katanya.





