Tangis haru Eva Susanti (50), penjual kue tradisional saat menerima Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu di Mukomuko, Sabtu (28/2/26)(foto:tomi)
Tangis haru Eva Susanti (50), penjual kue tradisional saat menerima Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu di Mukomuko, Sabtu (28/2/26)(foto:tomi)

Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu Terangi 2.024 Rumah Tangga Miskin

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Mukomuko – Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu kembali menghadirkan akses energi bagi warga prasejahtera di berbagai daerah. Program yang digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu ini telah menjangkau ribuan rumah tangga, termasuk milik Eva Susanti (50), penjual kue tradisional yang selama ini menumpang listrik dari rumah orang tuanya.

Bagi Eva, Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu menjadi titik balik setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan. Kini rumahnya memiliki sambungan listrik mandiri, sehingga ia tak lagi khawatir kegelapan saat malam dan anak-anaknya dapat belajar lebih nyaman.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dinikmati seluruh warga. Ia meminta aparat desa dan masyarakat segera melaporkan apabila masih ada rumah tanpa aliran listrik. Pemerintah juga membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp agar laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Melalui program ini, sebanyak 2.024 Rumah Tangga Miskin di Bengkulu telah menerima pemasangan listrik gratis berdaya 900 VA. Di Kabupaten Mukomuko, tercatat 140 rumah kini menikmati aliran listrik mandiri. Eva juga memperoleh bantuan bedah rumah, tambahan modal usaha, serta dukungan pendidikan bagi anaknya.

Sebelumnya, program serupa menjangkau Sundari (58), warga Desa Cawang Baru, Kecamatan Selupu Rejang, yang dua tahun hidup seorang diri tanpa listrik. Rumah berdinding papan yang selama ini mengandalkan lampu petromak dipastikan segera mendapat sambungan listrik dan perbaikan hunian setelah dikunjungi gubernur pada Jumat (27/2).

Pendanaan bantuan tersebut bersumber dari Baznas senilai Rp31 juta serta bagian dari program yang menyasar ribuan keluarga kurang mampu. Di Kabupaten Rejang Lebong, 19 kepala keluarga telah menerima manfaatnya.

Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu juga diberikan kepada Sunania di Pasar Ujung, Kabupaten Kepahiang. Penyerahan dilakukan langsung oleh Helmi Hasan didampingi Wakil Gubernur Mian dan Bupati Kepahiang Zurdi Nata, sekaligus memastikan instalasi berfungsi dengan baik.

“Ini, Bu, kita cek dulu, ya, Bu. Nanti jangan sampai listriknya tidak menyala,” ucap Helmi Hasan sembari berkelakar.

Sunania menerima sambungan listrik baru berkapasitas 900 kWh dan menyampaikan apresiasi. “Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Program yang sama sebelumnya dirasakan Nopian (44), warga Desa Padang Niur, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebagai pekerja serabutan, ia mengaku kesulitan membiayai pemasangan listrik secara mandiri hingga akhirnya rumahnya teraliri daya melalui kebijakan pemerintah provinsi.

“Alhamdulillah… sekarang rumah kami sudah terang. Terima kasih Pak Gubernur, kami sangat bersyukur,” ucap Nopian haru, Jumat (20/2).

Di Kabupaten Bengkulu Selatan, sebanyak 331 rumah tangga telah menerima manfaat program ini. Dengan perluasan Bantuan Pasang Baru Listrik Bengkulu, pemerintah provinsi berharap akses energi yang aman dan layak semakin merata serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Gambar Gravatar
Wartawan berita lokal yang rutin meliput dinamika daerah, isu publik, dan peristiwa harian dengan gaya penulisan yang ringkas, jelas, dan berbasis fakta.

1 komentar

  1. Wah, program yang sangat luar biasa dari Pak Helmi Hasan, ini benar-benar membantu masyarakat kecil seperti Ibu Eva untuk mendapatkan akses listrik yang layak. Semoga ke depannya jangkauan 900 VA ini bisa merata ke seluruh pelosok Bengkulu. Saya jadi penasaran, apakah untuk warga pendatang atau warga negara asing yang ingin membuka usaha kecil di sini juga bisa dibantu proses administrasinya? Saya sempat membaca tentang kemudahan pengurusan dokumen di luar negeri seperti di https://e-residence.com/de/nie-spain-online/marbella/ yang sangat sistematis secara online. Apakah pemerintah Bengkulu juga berencana mengintegrasikan sistem pelaporan WhatsApp tadi dengan layanan dokumen digital yang serupa agar lebih efisien bagi semua kalangan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *