Bengkulu – Banjir dilaporkan merendam sedikitnya 10 titik di berbagai wilayah Kota Bengkulu hingga Senin (6/4/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu menegaskan jumlah lokasi terdampak masih bersifat sementara karena pendataan dari lapangan masih terus berlangsung.
Data awal yang dihimpun BPBD menunjukkan genangan tersebar di sejumlah kelurahan dan kawasan permukiman. Titik terdampak sementara meliputi Kelurahan Jalan Gedang, RT 15 RW 05 Kelurahan Sukamerindu, Jalan Cempaka Kelurahan Kebun Beler, serta Jalan Merpati 15 Kelurahan Rawa Makmur Permai.
Selain itu, banjir juga dilaporkan masuk ke Jalan Merapi 12 Perumahan Pondok Indah A04 RT 04, Jalan Seruni RT 08 RW 02 Kelurahan Nusa Indah, dan wilayah Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung. Genangan turut terjadi di Jalan Citarum 4 Kelurahan Lingkar Barat, Jalan Bhakti Husada 1 Kelurahan Lingkar Barat, hingga Jalan Rinjani di kawasan Jembatan Kecil.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan pihaknya belum menerima seluruh laporan dampak banjir dari lapangan. Karena itu, daftar lokasi terdampak masih akan terus diperbarui seiring masuknya laporan tambahan dari warga dan petugas.
“Belum semua, kami baru menerima beberapa laporan hingga tadi malam. Kami masih mengumpulkan data,” kata Deni.
BPBD menekankan, fokus saat ini adalah memastikan seluruh titik terdampak terdata dengan cepat agar penanganan darurat bisa segera disesuaikan. Pendataan mencakup wilayah genangan, kebutuhan warga, serta potensi evakuasi jika kondisi banjir meluas.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu langsung menggelar rapat koordinasi penanganan bencana untuk memperkuat respons lapangan. Rapat berlangsung di New Jenggalu Resto dan dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar.
Rapat itu dihadiri Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny Pebriyanto L. Tobing, organisasi perangkat daerah terkait, serta unsur lintas instansi seperti BPBD, Baznas, Damkar, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Kominfotik Provinsi Bengkulu. Fokus pembahasan diarahkan pada percepatan penanganan banjir, termasuk kesiapan logistik dan layanan darurat di wilayah terdampak.
Khairil memastikan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar respons penanganan banjir berjalan optimal. Menurut dia, kebutuhan mendesak seperti logistik, perahu karet, dapur umum, tenaga kesehatan, hingga posko pengungsian sudah disiapkan untuk disalurkan sesuai kondisi lapangan.
“Kebutuhan logistik, perahu karet, dapur umum, tenaga kesehatan, hingga posko pengungsian telah disiapkan dan akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Khairil.
Sementara itu, bencana banjir tidak hanya melanda Kota Bengkulu. Pemerintah provinsi juga mencatat banjir besar terjadi di Kabupaten Lebong, dengan sedikitnya enam kecamatan dan 15 desa terdampak.
Dari data awal Pemprov Bengkulu, sekitar 1.200 rumah di Lebong terdampak banjir dan longsor. Bantuan awal berupa personel dan perahu karet telah dikirim untuk mendukung proses evakuasi warga.
Pemerintah menegaskan layanan kesehatan, distribusi logistik, serta penyampaian informasi resmi melalui kanal digital akan terus diperkuat. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu pembaruan resmi dari BPBD dan pemerintah daerah.





