Cikarang – Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2025 bertajuk “Bangkit Bersatu” di Cikarang, Bekasi, Sabtu (30/8/25), resmi menetapkan kepemimpinan baru organisasi wartawan terbesar di Tanah Air.
Dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir keluar sebagai pemenang periode 2025–2030 melalui proses voting yang berlangsung demokratis. Sedangkan posisi Ketua Dewan Kehormatan dipercayakan kepada Atal S Depari, mantan Ketua Umum PWI Pusat, yang unggul tipis dengan 44 suara melawan Sihono HT yang memperoleh 42 suara, sementara 1 suara dinyatakan tidak sah.
Setelah kedua posisi strategis tersebut ditetapkan, sidang pleno ke-3 kongres melahirkan tim formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap PWI Pusat periode 2025–2030. Tim formatur terdiri dari:
- Akhmad Munir (Ketua Umum Terpilih),
- Atal S Depari (Ketua Dewan Kehormatan Terpilih),
- Faturahman (Bangka Belitung),
- Luthfil Hakim (Jawa Timur),
- Sarjono (Sulawesi Tengah).
Tim formatur diberi waktu maksimal 30 hari untuk merampungkan struktur kepengurusan PWI Pusat.
Dalam pidato perdananya, Ketua Umum terpilih Akhmad Munir menyampaikan apresiasi kepada semua pihak.
“Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan dan upayakan berjalan dengan baik. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua PWI Pusat versi Kongres Bandung Hendri CH Bangun dan Ketua PWI Pusat versi KLB Jakarta Zulmansyah Sakedang, yang dengan hati besar dan legowo mengantarkan kongres ini menuju persatuan kembali. Saya juga berterima kasih kepada seluruh Ketua PWI Provinsi di Indonesia, baik yang mendukung maupun tidak. Saya akan merekonsiliasi semuanya agar kita benar-benar bersatu demi PWI yang lebih baik,” ujar Munir, di kanal YouTube pwiofficial.
Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), seluruh panitia, hingga Dewan Pers yang turut menyukseskan jalannya kongres.
Sementara itu, Atal S Depari mengaku terkesan dengan dinamika pemilihan Ketua Dewan Kehormatan yang berlangsung dramatis.
“Saya hanya menambahkan, drama beberapa menit terakhir itu yang membuat saya terkesan. Saat suara hanya selisih tipis, bahkan sempat terbalik, saya berpikir tenang karena sudah terbiasa. Namun ketika angka 44 masuk, saya yakin menang. Saya ucapkan terima kasih, anda semua sudah membuat drama yang hebat, heroik, luar biasa, damai, dan kompetitif,” ungkap Atal.




