Jakarta – Pemerintah memangkas anggaran perjalanan dinas dalam dan luar negeri sebagai bagian dari langkah efisiensi menghadapi dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, perjalanan dinas dalam negeri dikurangi hingga 50 persen, sementara perjalanan luar negeri dipangkas lebih besar mencapai 70 persen.
“Kemudian efisiensi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50% dan luar negeri hingga 70%,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).
Kebijakan ini diambil di tengah tekanan global yang berdampak pada sektor energi dan fiskal nasional. Pemerintah berupaya menekan pengeluaran yang tidak prioritas tanpa mengganggu pelayanan publik.
Selain pemangkasan perjalanan dinas, pemerintah juga memberikan imbauan kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan pelaksanaan car free day di masing-masing wilayah.
Airlangga mengatakan, pengaturan tersebut mencakup durasi hingga cakupan ruas jalan, yang akan disesuaikan dengan karakter daerah.
“Khusus untuk daerah ini ada imbauan untuk penambahan jumlah hari durasi waktu dan cakupan dari ruas jalan dalam car free day sesuai dengan karakter masing-masing daerah,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan teknis terkait car free day akan diatur lebih lanjut melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri.
Di sisi lain, langkah efisiensi ini menjadi bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah dalam merespons dinamika global, termasuk menjaga stabilitas fiskal dan konsumsi energi dalam negeri.
Sebelumnya, pemerintah juga menetapkan kebijakan penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara, termasuk penerapan bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan sebagai upaya penghematan bahan bakar.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan anggaran sekaligus memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan optimal di tengah tekanan eksternal.





