Sinyal Tower di Topos Lebong Mulai Beroperasi, Warga Akhirnya Keluar dari Blankspot
Penampakan Tower yang berada di Kantor Camat Topos, Rabu (1/10/25)(foto: Aan Ade Putra/repoeblik.com)

40 Desa di Bengkulu Masih Blank Spot, Pemprov Minta Percepatan Jaringan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Sekitar 40 desa di Provinsi Bengkulu blank spot atau memiliki sinyal telekomunikasi yang sangat terbatas. Pemerintah Provinsi Bengkulu kini mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital agar wilayah tersebut segera mendapatkan akses komunikasi yang layak.

Persoalan 40 desa di Provinsi Bengkulu blank spot ini disampaikan langsung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia pada Kamis (12/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Helmi menyampaikan masih ada puluhan desa yang mengalami keterbatasan akses jaringan telekomunikasi. Kondisi itu dinilai berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama dalam bidang komunikasi, pendidikan, dan pelayanan publik.

“Kami menyampaikan bahwa masih ada sekitar 40 desa di Provinsi Bengkulu yang mengalami blank spot dan sinyal lemah. Masyarakat di daerah tersebut juga berhak mendapatkan akses komunikasi dan internet yang baik. Karena itu kami datang untuk bersinergi dengan pemerintah pusat,” ujar Helmi.

Menurutnya, pemerataan akses internet menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat desa. Selain mendukung komunikasi, jaringan internet juga dinilai berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Di sisi lain, pemerintah daerah berharap persoalan 40 desa di Provinsi Bengkulu blank spot dapat segera ditangani melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan penyedia layanan telekomunikasi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid menyatakan pemerintah pusat akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Ia menjelaskan penanganan wilayah blank spot akan dikoordinasikan melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, termasuk dengan operator penyedia jaringan telekomunikasi.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur digital di Bengkulu dapat semakin merata sehingga persoalan 40 desa di Provinsi Bengkulu blank spot dapat diatasi dan masyarakat di wilayah terpencil memperoleh akses internet yang stabil serta berkualitas.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *