Jakarta – Lukisan purba yang ditemukan di berbagai belahan dunia seringkali muncul di tempat-tempat yang tidak terduga, seperti tebing-tebing tinggi atau langit-langit gua yang sulit dijangkau. Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana dan mengapa nenek moyang kita memilih lokasi-lokasi tersebut untuk menggambar seni cadas atau lukisan gua?
Seni cadas, atau lukisan yang dibuat di atas permukaan batu, sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan menjadi bukti nyata kehidupan prasejarah. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar-gambar yang ditemukan di Gua Chauvet, Prancis, yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Di sana, lukisan-lukisan prasejarah menggambarkan hewan-hewan seperti rusa, bison, hingga badak berbulu yang digambar di area gua yang sulit dijangkau.
Relief dan Topografi sebagai Faktor Pemilihan Lokasi
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Grotte Chauvet melalui Google Arts & Culture, orang-orang prasejarah tidak memilih lokasi menggambar berdasarkan kemudahan akses, melainkan lebih kepada faktor relief alami dan posisi topografi. Relief alami dari dinding gua yang berkelok dan area yang sulit diakses memberikan dimensi tambahan pada gambar yang dibuat, seakan-akan seniman purba tersebut memanfaatkan permukaan alam untuk menghidupkan karya mereka.