Lapak PKL Dibangun di Samping PTM, Jalan Sekitar Mega Mall Bengkulu Ditertibkan

Pemkot Bengkulu Bangun Lapak Baru Pasar Minggu, Target Tuntas Sebelum Ramadan, Rabu (11/2)(foto: awang)

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu memilih pendekatan solutif sekaligus tegas untuk menata kawasan perdagangan di sekitar Pasar Tradisional Modern (PTM) dan Mega Mall. Menjawab keluhan pedagang kaki lima (PKL) yang enggan berjualan di dalam gedung, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memutuskan pembangunan lapak khusus yang berlokasi tepat di sisi PTM, dengan syarat aktivitas jual beli tidak lagi menggunakan badan jalan dan trotoar.

Keputusan itu diambil setelah wali kota meninjau langsung lokasi bersama pengelola PTM dan Mega Mall, Irwandi Putra, serta General Manager RBTV M. Tasron. Penataan tersebut ditujukan untuk mengakhiri praktik berjualan di badan jalan yang selama ini memicu kemacetan dan mengganggu fasilitas umum di kawasan strategis tersebut.

“Dari pantauan kemarin, beberapa pedagang memang masih belum mau masuk ke dalam PTM. Sekarang biarlah kita mengalah, kita buat di samping PTM itu, tempat khusus pedagang kaki lima ayam, daging, ikan, kemudian sayur,” ujar Wali Kota dalam keterangannya, Senin (16/2/26). Ia menegaskan lapak yang dibangun akan memenuhi standar kelayakan agar pedagang merasa nyaman, sekaligus memastikan ruang publik tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Pemerintah Kota Bengkulu juga menyiapkan langkah penegakan aturan bagi pedagang yang tetap berjualan di area terlarang meski fasilitas telah tersedia. “Intinya tidak boleh berjualan di badan jalan. Itu yang harus ditertibkan. Jika masih ada yang membandel, ya kita jalankan Perda (Peraturan Daerah), kita tindak tegas. Mohon maaf, karena kan sudah ada aturannya,” tegasnya.

Penataan turut menyasar kawasan Barata. Wali kota mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan agar tidak terjadi konflik antarpedagang maupun dengan pengguna jalan. Pemerintah akan menyiapkan titik penempatan gerobak sehingga setelah berjualan, tidak ada lagi gerobak yang tertinggal di jalan pada pagi hari.

Dengan pengaturan tersebut, pemerintah berharap kawasan PTM, Mega Mall, dan Barata kembali tertib, bersih, serta mampu menggerakkan aktivitas ekonomi secara teratur seperti sebelumnya. Pembangunan lapak di samping PTM dinilai sebagai solusi praktis bagi ratusan PKL yang selama ini menilai lokasi di dalam atau lantai atas gedung kurang diminati pembeli.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan