Komentar Fadli Zon Usai Meninjau Benteng Marlborough Bengkulu
Bengkulu – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu, Rabu (25/2/2026). Kunjungan tersebut menandai perhatian serius pemerintah pusat terhadap pelestarian sejarah dan penguatan kebudayaan nasional,...
NasionalBengkulu – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu, Rabu (25/2/2026). Kunjungan tersebut menandai perhatian serius pemerintah pusat terhadap pelestarian sejarah dan penguatan kebudayaan nasional, khususnya di daerah yang memiliki nilai historis tinggi seperti Bengkulu.
Fadli Zon tiba di Bandar Udara Fatmawati Soekarno bersama jajaran Kementerian Kebudayaan RI sebelum melanjutkan agenda peninjauan ke sejumlah situs bersejarah di Kota Bengkulu. Lokasi yang dikunjungi antara lain Rumah Pengasingan Bung Karno, Masjid Jamik Bengkulu, serta Benteng Marlborough yang berada di kawasan Tapak Paderi.
Saat meninjau Benteng Marlborough, Fadli Zon menyampaikan kekagumannya terhadap daya tarik benteng peninggalan kolonial Inggris tersebut. Ia menilai Benteng Marlborough memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah kelas nasional hingga internasional.
“Saya kira masyarakat Indonesia perlu datang ke Bengkulu, terutama ke Benteng Marlborough. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa, ditambah lagi dengan Rumah Kediaman Bung Karno yang juga sangat penting dalam perjalanan bangsa,” ujar Fadli Zon.
Benteng Marlborough merupakan benteng pertahanan Inggris yang dibangun oleh East India Company (EIC) pada 1714–1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Collett. Benteng ini tercatat sebagai benteng Inggris terbesar kedua di Asia Tenggara dan memiliki bentuk menyerupai kura-kura. Dalam perjalanan sejarahnya, benteng ini pernah diserang oleh rakyat setempat dan pasukan Prancis, sebelum akhirnya beralih kekuasaan ke Belanda pada 1825. Sejak dipugar pada 1977, Benteng Marlborough menjadi salah satu ikon wisata sejarah unggulan Bengkulu.
Selain menyoroti potensi wisata sejarah, Fadli Zon juga mendorong generasi muda Bengkulu, khususnya Generasi Z, untuk lebih aktif menyelenggarakan kegiatan budaya dan festival berskala nasional di kawasan situs bersejarah.
“Saya yakin, dengan semakin banyak agenda budaya dan festival yang digelar secara konsisten, jumlah wisatawan yang datang ke Bengkulu juga akan meningkat. Apalagi saat ini konektivitas, termasuk jalur penerbangan dari Jakarta ke Bengkulu, semakin terbuka,” katanya.
Menurut Fadli Zon, budaya harus dihidupkan agar tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi daerah. Ia meyakini dari aktivitas kebudayaan tersebut akan lahir talenta-talenta baru yang mampu mengangkat nama Bengkulu di tingkat nasional.
“Budaya harus kita hidupkan agar menjadi kekuatan ekonomi. Dari sana bisa lahir talenta-talenta baru dari Bengkulu,” tegasnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Fadli Zon juga meninjau Rumah Pengasingan Bung Karno yang menjadi saksi sejarah perjuangan Bung Karno selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu pada periode 1938–1942. Selama berada di Bengkulu, Bung Karno tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat, menggerakkan kegiatan kebudayaan, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sarana sosial dan keagamaan.
Rumah Pengasingan Bung Karno yang terletak di Kelurahan Anggut Atas kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan difungsikan sebagai museum sejarah. Berbagai peninggalan Bung Karno selama masa pengasingan masih tersimpan dan terawat di lokasi tersebut, menjadikannya destinasi edukasi sejarah bagi masyarakat dan pelajar.
Sementara itu, Masjid Jamik Bengkulu juga menjadi salah satu situs yang mendapat perhatian Menteri Kebudayaan. Masjid bersejarah ini diketahui turut dirancang oleh Bung Karno semasa pengasingan, dengan ciri arsitektur khas yang memadukan nilai budaya lokal. Meski telah beberapa kali mengalami renovasi, Masjid Jamik Bengkulu tetap mempertahankan nilai historisnya dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah pusat.
Masih dalam agenda kunjungan kerja, Fadli Zon dijadwalkan menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Benteng Marlborough pada Rabu sore. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan ruang-ruang sejarah melalui aktivitas budaya dan sosial yang melibatkan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat diharapkan semakin memperkuat komitmen terhadap pelestarian cagar budaya sekaligus mendorong pengembangan potensi sejarah dan kebudayaan Bengkulu sebagai warisan nasional yang bernilai tinggi dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.












