Deretan Hotel Mewah Dunia Siap Dibuka 2026, dari Eropa Hingga Asia Tenggara

Bengkulu – Industri perhotelan global bersiap menyambut tahun 2026 dengan pembukaan sejumlah hotel dan resor baru yang telah lama dinanti para pelancong. Seiring meningkatnya minat perjalanan internasional, properti-properti ini menawarkan pengalaman menginap eksklusif, mulai dari vila privat di pulau tropis hingga hotel urban berkonsep wellness di pusat kota besar.
Mengutip laporan detik yang merangkum ulasan BBC, tren pembukaan hotel baru menjelang 2026 menunjukkan fokus pada kemewahan, privasi, serta konsep berkelanjutan. Tidak hanya mengandalkan desain arsitektur yang ikonik, setiap properti juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman personal yang lebih mendalam bagi tamu.
BBC mencatat setidaknya enam hotel dan resor paling dinanti yang dijadwalkan membuka pintunya pada 2026. Daftar tersebut menampilkan beragam konsep unik, dari resor terpencil yang menyatu dengan alam hingga hotel butik di kawasan bersejarah kota dunia.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Bvlgari Resort Ranfushi di Maladewa. Berlokasi di Atol Raa, resor seluas 20 hektare ini akan menghadirkan 54 vila, terdiri dari vila pantai, vila di atas air, serta satu Vila Bvlgari yang berdiri di pulau pribadi. Desain modern, privasi tinggi, serta fasilitas khas jaringan Bvlgari menjadi daya tarik utama properti ini.
Dari sisi kuliner, resor tersebut akan menghadirkan sejumlah restoran ternama yang sebelumnya telah meraih bintang Michelin di properti Bvlgari lain, termasuk Il Ristorante–Niko Romito dengan hidangan Italia, Bao Li Xuan yang menyajikan menu Tiongkok, serta Hōseki dengan konsep omakase Jepang. Fasilitas tambahan seperti spa, paviliun yoga, dan perpustakaan turut melengkapi pengalaman menginap mewah di tengah Samudra Hindia.
Di Eropa, jaringan hotel internasional Six Senses bersiap membuka Six Senses London pada Maret 2026. Hotel dengan 109 kamar ini berlokasi di The Whiteley, bangunan bekas department store bersejarah Kelas II di kawasan Bayswater yang telah dipugar oleh firma arsitektur Foster+Partners. Properti ini menjadi bagian dari proyek revitalisasi besar yang mencakup hunian dan area ritel.
Six Senses London mengusung konsep wellness modern dalam skala besar di tengah kota, dengan fasilitas unggulan berupa spa seluas 2.320 meter persegi yang menempati satu lantai penuh. Kehadirannya disebut menjadi terobosan karena konsep serupa sebelumnya jarang ditemui di kawasan perkotaan padat.
Sementara itu di Asia Tenggara, Soori Penang dijadwalkan resmi dibuka pada Januari 2026. Hotel butik dengan 15 kamar ini dirancang oleh arsitek peraih berbagai penghargaan, Soo K Chan dari SCDA Architects. Properti tersebut menempati deretan ruko abad ke-19 yang telah dipugar di George Town, ibu kota Penang yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Berlokasi di kawasan bersejarah Khoo Kongsi, Soori Penang mengusung desain yang kental dengan warisan lokal. Unsur budaya setempat tercermin melalui halaman dalam dengan kolam refleksi, air mancur batu yang terinspirasi dari alat penggiling beras tradisional, hingga replika patung singa yang merujuk pada kuil-kuil di sekitarnya.
Deretan hotel yang akan dibuka pada 2026 ini menandai upaya industri perhotelan global dalam menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya mewah, tetapi juga autentik dan berkesan bagi wisatawan.





